SuaraJogja.id - PR (50), warga Margodadi, Sayegan, Sleman, harus mendekam di jeruji besi setelah melakukan tindak pidana penipuan atau penggelapan dengan mengaku sebagai salah satu anggota kepolisian. Berdasarkan penyelidikan kepolisian, pelaku sudah berhasil mengelabui setidaknya empat korban di berbagai tempat.
Kapolsek Mlati Kompol Hariyanto mengatakan bahwa modus operandi pelaku dalam melakukan aksinya adalah dengan mengaku sebagai anggota Polri yang berdinas di Polres Kulon Progo. Tidak sebatas itu, pelaku juga berjanji menikahi para korban.
"Jadi pelaku mengaku sebagai anggota Reserse Polres Kulon Progo serta belum menikah. Kemudian pelaku meminjam uang kepada korban," kata Hariyanto kepada awak media saat menggelar konferensi pers di Mapolsek Mlati, Selasa (9/3/2021).
Hariyanto menjelaskan, pelaku meminjam uang total senilai Rp5.500.000 kepada korban. Uang tersebut sempat diserahkan oleh korban dalam lima kali penyerahan.
Kedok pelaku akhirnya terbongkar setelah ada info di grup WA warga Tegal Maren RT 01/09, Sendangadi, Mlati, Sleman yang diketahui merupakan tempat kejadian perkara (TKP) ketika ada wanita lain yang juga didekati oleh pelaku. Dari info tersebut, akhirnya pelaku mengakui bahwa dirinya bukan anggota Polri.
Kanit Reskrim Polsek Mlati Iptu Noor Dwi Cahyanto menambahakan, pelaku dengan korban yang merupakan warga Tegal Maren, Sendangadi, Mlati, Sleman itu awalnya berkenalan melalui media sosial Facebook. Perkenalan itu sudah dilakukan sejak pertengahan Desember lalu.
"Diawali dari percakapan di Facebook lalu bertemu pada 1 Januari 2021. Dari perkenalan itu berlanjut sampai akhirnya terjadilah perbuatan yang melanggar hukum yakni penggelapan dan penipuan itu," ujar Dwi.
Dwi menjelaskan bahwa yang pelaku ini memang mengaku sebagai anggota Reserse yang bertugas di Polres Kulon Progo. Hal itu yang membuatnya yang tidak pernah menggunakan baju dinas serta juga mengaku berpangkat Aiptu.
"Kalau melihat dari fisik dan usianya memang pantas kalau pelaku berpangkat Aiptu. Sebelumnya dia sudah mempelajari kalau seumuran dia itu pangkatnya apa. Karena dia diduga punya kenalan anggota Polri," terangnya.
Baca Juga: Ngaku Staf Keuangan Pemkot Malang, Diskominfo: Penipuan Berkedok Donasi
Disampaikan Dwi, pelaku sendiri sehari-hari berprofesi sebagai butuh harian lepas. Sementara modus penipuan dengan mengaku sebagai anggota polisi ini sudah dipelajari yang bersangkutan sejak satu tahun terakhir.
"Sementara dari hasil pengembangan penyelidikan kami diduga ada kita dapatkan sekitar 4 korban yang lainnya dengan modus yang sama, berpura-pura mengaku sebagai anggota Polri dan itu di berbagai tempat ada di Bantul hingga Kota Jogja. Di situ korban ini bervariasi pekerjaannya. Dengan kepiawaian dia mengaku melalu media sosial itu akhirnya 4 korban itu percaya," jelasnya.
Dwi menuturkan bahwa kerugian yang diderita pelaku bermacam-macam mulai dari Rp2 juta hingga Rp6 juta. Bahkan tidak hanya menyebabkan kerugian materiel saja, pelaku juga sempat berhubungan intim dengan korban dan berjanji menikahi korban.
"Kerugian bermacam-macam, terutama tidak hanya kerugian uang tapi yang lain, rugi yang diderita oleh korban. Bisa dikatakan kalau ini [kerugian] "njobo njero" [luar dalam]," tegasnya.
Menurut pengakuan pelaku, ia meminjam uang untuk berbagai macam alasan. Mulai dari untuk tambahan biaya bayar tukang karena baru membangun sebuah kost-kostan, tambahan biaya meninggal saudara karena kecelakaan hingga mau menolong orang.
"Banyak alasan tapi ya memang untuk alasan menipu itu karena tidak mempunyai pekerjaan yang tetap," tandasnya.
Berita Terkait
-
Ngaku Staf Keuangan Pemkot Malang, Diskominfo: Penipuan Berkedok Donasi
-
Amsyong! IF Kena Tipu Teman Karantina di RLC Rp 160 Juta
-
Pemprov Kaltim: Waspada Penipuan Pengadaan Lahan IKN
-
Tertipu Pacar, Seorang Wanita Tega Kuras Rekening Ibu hingga Rp 1,4 M
-
Tukang Atribut Ngaku Sebagai Marinir Demi Bisa Nikahi Gadis Pujaan
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
Terkini
-
Rapor Merah Libur Lebaran, Wisatawan Kabur dari Bantul, Kunjungan Anjlok 36 Persen!
-
Rekayasa Lalu Lintas Situasional Diterapkan di Jogja: Waspada 75 Ribu Kendaraan Arus Balik Hari Ini!
-
Kronologi Pemudik Terjebak di Jalan Sawah Sleman Akibat Google Maps, Antrean Panjang Tak Terhindar
-
Viral! Google Maps Sesatkan Pemudik Lebaran ke Jalan Sawah, Arus Balik Mencekam di Tengah Padi
-
5 Tips Agar Tiket Jambi Jakarta Bisa Lebih Menguntungkan