SuaraJogja.id - Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia berdampak ke seluruh sektor industri seni, termasuk seni perfilman Indonesia yang beberapa tahun ini mulai berkembang.
Ribuan filmmaker yang ada di Indonesia harus menunda bahkan kesulitan untuk membuat karya hampir satu tahun lebih. Hal itupun dirasakan sutradara Hanung Bramantyo.
“Sekarang seniman dan budayawan, termasuk pembuat film adalah orang yang ikut terdampak secara serius. Kenapa?, karena film termasuk hiburan dan hanya menjadi kebutuhan tersier. Bukan kebutuhan primer. Artinya tak menonton film kemudian orang itu mati, kan tidak,” jelas Hanung ditemui wartawan usai vaksinasi di Padepokan Bagong Kussudiardja, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Rabu (10/3/2021).
Hanung melanjutkan karena bukan menjadi prioritas, seniman dan budayawan kerap dikesampingkan. Bahkan filmmaker merasa takut ketika akan memproduksi sebuah karyanya.
Baca Juga: Joko Widodo Tinjau Vaksinasi Ratusan Seniman dan Budayawan di PSBK Bantul
“Kita tentu takut ketika terpapar covid-19 saat produksi. Bisa juga dibubarkan oleh Satgas Covid-19 karena melanggar protokol kesehatan dengan berkerumun. Sehingga vaksinasi bagi seniman ini penting agar mereka tetap bisa hidup dengan karyanya,” kata Hanung.
Suami dari aktris Zaskia Adya Mecca itu mengaku telah berbincang dengan Presiden Joko Widodo yang meninjau langsung vaksinasi ratusan seniman dan budaywan se-DI Yogyakarta. Dalam kesempatan itu, tidak hanya filmmaker serta seniman-seniman di DIY saja yang terdampak, namun semua penggiat seni perfilman yang ada di Indonesia.
“Ada sekitar 2.500 pekerja film yang ada di Yogyakarta dan sekitarnya, tidak hanya di Yogyakarta, filmmaker di Malang , Makassar, Palu yang membutuhkan vaksin sesegera mungkin. Hal itu tidak lain agar mereka terlindungi dari Covid-19 dan bisa kembali ke lapangan,” terang Ayah enam anak itu.
Hanung menjelaskan, pentingnya vaksin yang dilakukan seniman untuk meyakinkan masyarakat agar tak takut menghadiri pentas seni dan bisa kembali ke bioskop dan ke gedung pertunjukkan seni.
“Artinya kami ingin memberi keyakinan bahwa dengan adanya vaksinasi ini pekerja seni memiliki kesempatan besar untuk berkarya lagi. Jadi yang sebelumnya tidak bisa bekerja bisa kembali bekerja. Termasuk orang yang tadinya ragu untuk ke bioskop, ada optimisme sehingga bisa datang ke bioskop menyaksikan karya yang kami buat,” kata Hanung.
Baca Juga: Didampingi Gubernur DIY, Jokowi Pantau Vaksinasi Seniman di PSBK Bantul
Sebelumnya, sebanyak 517 seniman dan budayawan di DIY mendapat vaksin sinovac, Rabu (10/3/2021). Vaksinasi dilakukan dua shift, mulai pagi dan dilanjutkan siang pukul 12.00-16.00 wib.
Berita Terkait
-
Belum Lebaran ke Megawati, Jokowi Disebut Masih Komunikasi dengan PDIP Lewat Puan
-
Ada 'Wisata Jokowi' di Solo yang Sempat Bikin Wamendagri Penasaran, Apa Itu?
-
Belum Ada Ucapan Maaf Lebaran dari Jokowi-Gibran ke Megawati, Guntur Romli PDIP: Tak Diharapkan Juga
-
Jokowi-Megawati Belum Terlihat Berlebaran, Analis: Luka Konfliknya Cukup Mendalam, Tak Ada Obatnya
-
Ada Blocking dari Tamu Open House Jokowi dan Prabowo, Rocky Gerung: Kelihatan Siapa Masuk Geng Mana
Tag
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan
-
Puncak Arus Balik H+3 dan H+4, 350 Ribu Kendaraan Tinggalkan DIY
-
Gunung Merapi Masih Luncuran Ratusan Lava, Simak Aktivitas Terkini Sepekan Terakhir