SuaraJogja.id - Satu ruang kelas di SD Kanisius Kotabaru diterjang angin kencang dan hujan deras. Akibatnya atap dan bangunan kelas di sekolah tersebut ambruk dan genteng berserakan di seluruh ruangan.
Sejumlah fasilitas dan sarana prasarana sekolah pun mengalami kerusakan. Mulai dari meja dan kursi hingga seperangkat komputer yang kejatuhan atap dan genting.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana saat dikonfirmasi, Jumat (12/03/2021) membenarkan kejadian tersebut. Dari laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY, ambrolnya atap sekolah terjadi pada Rabu (10/03/2021) kemarin.
"Dari hasil assesment trc, kejadian bermula saat hujan deras dan angin kencang pada selasa (09/03/2021-red) kemarin yang membuat ruangan kelas ambruk pada rabu paginya," ujarnya.
Pihak sekolah sebenarnya berencana akan melakukan renovasi kelas tersebuttahun depan. Perbaikan dilakukan karena bangunan tersebut sudah tidak layak pakai.
Pasak kayu penahan atap yang sudah berumur tidak lagi mampu menopang atap dengan genteng yang cukup berat. Sedangkan tiang penyangga sudah mengalami keropos akibat rayap dan air hujan.
"Namun ternyata sebelum diperbaiki justru ambrol saat hujan turun disertai angin kencang di kawasan kota jogja," jelasnya.
Sementara pihak sekolah ketika diminta keterangannya enggan memberikan komentarnya. Namun mereka memastikan ada kerusakan ruangan di sekolah tersebut.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Patroli Acak di Tempat Wisata Jogja, 11 Rombongan Diminta Balik Kanan
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh
-
Upacara HUT RI ke-81 di Kulon Progo Berlangsung Tanpa Tenda Pejabat, Seluruh Peserta Berdiri Sejajar
-
Ketika Persoalan Bangsa Tak Kunjung Usai, Bendera 25 Meter Mengingatkan Arti Cinta Tanah Air
-
Civitas Akademika Jogja Pilih Sindir MBG, Kopdes hingga Korupsi Lewat Karnaval Kemerdekaan
-
Perubahan Iklim Mulai Menggerus Produktivitas Ternak, Pakar UGM Dorong Strategi Baru