SuaraJogja.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pendampingan pada UMKM yang terdampak bencana alam seperti gempa bumi, gunung meletus dan tsunami yang terjadi di DIY, Sumatera Utara, Jateng dan Jawa Barat.
"Tahun ini ada empat [daerah] yang dilakukan pendampingan, ini kelanjutan dari program tahun lalu," ujar Direktur Direktorat Pemulihan Sosial Ekonomi SDA BNPB, Yolak Dalimunthe disela pameran produk Nusantara di Jcm, Jumat (12/03/2021).
Untuk DIY, pendampingan diberikan pada UMKM yang terdampak erupsi Gunung Merapi. Pendampingan yang dilalukan dalam rangka pemulihan ekonomi pasca erupsi ini menyasar pada pengolahan produk lokal seperti jahe instan, kopi robusta tunggaksemi, keripik pelepah pisang, olahan jamur, produk susu sapi serta beberapa produk kerajinan.
Tak hanya pendampingan, UMKM juga dibantu dalam pemasaran hasil pendampingan pada kelompok terdampak bencana. Berbagai produk yang dihasikan ikutdisertakan dalam beragam pameran.
Baca Juga: Anggota DPRD DIY Hari Ini Jalani Vaksinasi, Ada yang Demam Hingga Pusing
Melalui pameran ini, UMKM diharapkan memiliki wadah untuk mempublikasikan hasil kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana mereka. Selain itu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat terdampak bencana.
"Tujuannya adalah mempromosikan dan mengenalkan produk kelompok masyarakat yang terdampak sehingga dapat meningkatkan penjualan dan pendapatan," paparnya.
Yolak menambahkan, BNPB menggandeng tujuh perguruan tinggi dalam proses pendampingan UMKM. Yakni Universitas Hasanuddin Makassar, Universitas Tadulako Palu, Universitas Mataram, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Institut Pertanian Bogor, Universitas Lampung serta Universitas Jenderal Sudirman.
Perguruan tinggi tersebut ikut membantu dalam layanan pendampingan pemulihan dan peningkatan sosial, ekonomi dan SDA pascabencana. Sebab pemulihan kerusakan dan kerugian yang diakibatkan oleh bencana membutuhkan multi disiplin ilmu. Tidak hanya perbaikan di sektor infrastruktur namun juga psikologi, sosial dan ekonomi.
"Dampak langsung bencana alam terhadap sektor ekonomi adalah hilangnya sumber pendapatan ekonomi dikarenakan rusaknya fasilitas, alat, bahan dan market produksi," paparnya.
Baca Juga: Jadi Poros Ekonomi DIY, Sebanyak 31 Ribu Pelaku Wisata Belum Divaksin
Sementara salah seorang pelaku UMKM dari Cangkringan, Sleman Marlinda Tanjung mengungkapkan dia mengembangkan usaha susu pasteurisasi. Usaha ini ditekuni karena memiliki ternak sapi di kawasan bencana letusan Gunung Merapi.
Berita Terkait
-
UMK Academy Berikan Begitu Banyak Manfaat Bagi UMKM, Termasuk Kirim Produk Go Global!
-
Produk UMKM Bisa Go Global Lewat Pertamina UMK Academy
-
Penyaluran KUR Pekerja Migran Pindah ke BP2MI: Ini Kata Menteri UMKM
-
Misi Kemanusiaan di Tengah Lebaran, Tim Aju BNPB Terbang ke Myanmar Pasca Gempa
-
Cara BUMN Pelabuhan Berdayakan UMKM di Bulan Ramadan
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan