"Setiap pelukis mendapatkan satu narasi, dengan tetap memberikan keleluasaan tafsir atas narasi historis tersebut, tentu dalam batas-batas kewajaran dan kepatutan. Kecemasan atau sejumlah pertanyaan dijawab dengan sangat baik oleh 37 pelukis yang ada," terangnya.
Riset mendalam menjadi langkah dari para pelukis sebelum akhirnya karya tersebut bisa dipajang dan dinikmati oleh khalayak ramai. Karya-karya dari 37 pelukis ini, bagai narasi biografis, sambung-menyambung, meringkas, meringkus, mengembangkan, menyederhanakan, merumitkan, sesuai selera estetik, artistik, dan intelektual mereka.
"Karya-karya mereka merupakan “dramaturgi visual” yang menggugah dan menantang pemaknaan lanjut," tegasnya.
Sementara itu Kurator Pameran, Suwarno Wisetrotomo, mengatakan Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang menjadi tema utama dalam pameran kali ini dinilai sebagai kesatuan tema yang nyata adanya. Pameran ini menjadi interpretasi para seniman dalam setiap narasi yang dibangun untuk sosok HB IX.
"Tema ini yang nyata adanya. Sosok historis, kharismatis dan sekaligus mistis. Jadi sosok ini sosok nyata senyata-nyatanya yang melekat dihati setiap orang khususnya warga DIY atau Indonesia pada umumnya bahkan internasional," kata Suwarno.
Suwarno mengungkap bahwa pameran ini juga unik karena menghadirkan pelukis dari lintas generasi. Mulai dari Fika Khoirun Nisa sebagai generasi termuda hingga pelukis senior Djokopekik.
Pameran ini diharapkan dapat mengundang diskusi di sekitar 'sejarah, narasi sejarah, lukisan sejarah dan masalah transformasi narasi ke lukisan'. Lebih dari itu, diharapkan pula lukisan-lukisan yang digubah tersebut dapat menggugah atau menyentuh naluri setiap orang yang menikmatinya.
"Bahwa kita memiliki sosok teladan yang pantas dikenang sepanjang zaman. Di samping juga seni lukis menemukan kembali makna dan fungsinga dalam kehidupan kemanusiaan kita," tandasnya.
Rencananya pameran "Tahta Untuk Rakyat" Sri Sultan Hamengku Buwono IX (12 April 1912 - 02 Oktober 1988) ini akan dibuka langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Jumat (19/3/2021).
Baca Juga: Syam Terrajana Gelar Pameran Tunggal, Membingkai Cerita Hidup Lewat Kanvas
Sedangkan pameran sendiri akan dibuka untuk umum pada tanggal 20 Maret hingga 25 April 2021 mendatang setiap hari (Selasa-Minggu) kecuali Senin (tutup) pukul 10.00 WIB - 19.00 WIB.
Berita Terkait
-
Syam Terrajana Gelar Pameran Tunggal, Membingkai Cerita Hidup Lewat Kanvas
-
Kuliner Khas Jogja, Butet Jajal Menu Restoran Kegemaran Sri Sultan HB IX
-
Terungkap, Ini Orang Pertama yang Jadi PNS di Indonesia
-
Peringati 95 Berkarya, Museum Taman Tino Sidin Gelar Pameran Lukisan
-
Kakak Sri Sultan HB X Wafat, Keraton Jogja Larang Bunyikan Gamelan
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
Pilihan
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
Terkini
-
Medsos Jadi Etalase Bisnis Konten Seksual, Perhatian Penonton Bisa Dikomodifikasi
-
BRI Private Berikan Akses Premium Medical Check Up untuk Nasabah
-
Kuliah Gratis PTN Didorong, Akademisi Ingatkan Jangan Sampai PTS Kehilangan Mahasiswa
-
BRI inFrame 2026, Saat Fotografi Mengisahkan Perjalanan Ekonomi Kerakyatan Indonesia
-
6 Fasilitas Kereta Kelas Luxury yang Membuat Perjalanan Berbeda