SuaraJogja.id - TM alias Tomi ditangkap jajaran Unit Reskrim Polsek Depok Barat, belum lama ini. Lelaki berusia 50 tahun itu diduga mencuri satu unit motor milik marbot sebuah masjid, di kawasan Seturan, Condongcatur, Sleman.
Tersangka yang mengambil motor bebek model Karisma korbannya ini, diketahui justru meninggalkan motor Supra miliknya di TKP.
Kanit Reskrim Polsek Depok Barat Iptu Mahardian Dewo mengatakan pelaku yang identitasnya beralamat di Banguntapan, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul itu, menyantroni masjid pada sekitar pukul 16.00 WIB.
"Ngakunya pelaku itu bekerja sebagai ojek pangkalan. Saat mengambil motor, pelaku mengenakan jaket dan helm bernuansa hijau hitam seolah-olah, seakan-akan ia driver ojek online," ujarnya, Jumat (26/3/2021).
"Tapi saat diperiksa, di telepon genggam tersangka tidak ada aplikasi ojek online maupun keterangan lain terkait. Helm yang ia miliki juga dibuat dan dicat sendiri, tulisannya 'Ojek'," tambah Dewo.
Tomi mengambil motor korban dengan memanfaatkan kunci motor miliknya, dan berhasil.
Berdasarkan hasil pendalaman aparat, kendaraan yang dicuri bujang setengah abad itu hendak digunakan oleh tersangka sendiri. Tidak untuk dijual.
Berdasarkan keterangan tersangka, aksi tersebut baru dilakukan satu kali. Pihak kepolisian hingga kini belum menemukan bukti-bukti aksi lainnya.
"Bukannya lari usai mencuri, pelaku malah bersantai-santai dengan motor curiannya. Sebab pelaku ditangkap tak lama setelah pencurian, tidak jauh dari lokasi kejadian," papar Dewo.
Baca Juga: Masjid Agung Sleman Siap Jadi Lokasi Imunisasi COVID-19
Penangkapan tersangka didukung dengan rekaman CCTV masjid, yang menunjukkan aksi tersangka.
"Kebetulan ada yang mengenali ciri-ciri tersangka, jadi kami lebih mudah mencari dan menangkapnya di hari yang sama," lanjut dia.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Tomi disangkakan pasal 363 KUHP ancaman penjara selama 7 tahun.
Kala dimintai keterangan, Tomi menyebut motor yang ia curi merupakan milik pamannya. Sehingga tak masalah bila dicuri.
Tomipun kukuh menyatakan, bahwa perlengkapan ojol miliknya asli ia dapatkan dari kerjanya sebagai driver.
"Asli itu asli. Beli di kantornya Grab no. Kan itu dipotong [dari penghasilan] setiap hari," kata Tomi kala ditanya asal mula dirinya memiliki jaket dan helm ojol.
Berita Terkait
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
Terkini
-
Berkaca Kasus Keracunan, Jogja Uji MBG Prasmanan dan Tak Lagi Pakai Ompreng
-
Kasus Kekerasan Terhadap Koordinator BEM UI, JPW Sebut Jadi Uji Nyali Kapolri Baru
-
Tak Sekadar Turnamen, Juara ANC Dibidik Masuk Jalur Pembinaan FFI hingga U-21
-
Proyek PSEL DIY Dikebut Akhir Tahun, Tapi Izin Belum Diajukan
-
Stem Cell Jadi Ladang Bisnis Kecantikan, Dokter Ingatkan Produk Ilegal dan Klaim Berlebihan