SuaraJogja.id - Salah satu kilang minyak terbesar yang dimiliki Pertamina yakni Kilang minyak PT Pertamina RU VI Balongan terbakar hebat. Kilang yang terletak di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat terbakar pada Senin (29/3/2021) sekitar pukul 01.30 dini hari WIB.
Berdasarkan informasi dari pihak Pertamina dan yang disampaikan Bupati Indramayu, kebakaran di Kilang Balongan diduga picu oleh sambaran petir yang muncul bersamaan dengan hujan deras di kawasan tersebut.
Tetapi belakangan muncul sejumlah informasi apabila kebakaran tersebut tak sepenuhnya diakibatkan sambaran petir.
Hal ini terutama setelah munculnya video warga di sekitar kawasan kilang Balongan yang demo sekitar 1 jam sebelum terjadi ledakan dan kebakaran di kilang tersebut.
Baca Juga: Kobaran Api Masih Nyala di Kilang Minyak Pertamina, Warga Dievakuasi
Dari salah satu video yang diunggah oleh akun Instagram @bwjofficiall_. Menurut akun tersebut, warga berasal Desa Sukaurip melakukan aksi demo di depan kantor Humas Pertamina RU IV Balongan.
Mereka melakukan aksi demo pada pukul 11.50 WIB, yang mana hanya sekitar satu jam setengah sebelum ledakan di kilang Balongan terjadi.
“Ini Pertamina penangannya lambat bro. Ini bau limbah,” ujar salah seorang warga yang ikut dalam demo tersebut seperti dikutip dari Hops.id.
“Bau bensin. Bau limbah apa bau bensin? Bau bensin ya? Kebocoran? Ini dari pihak Pertaminanya mana? Enggak ada ini? Mau diviralin? Penanganannya lambat ini,” kata seorang yang lain di dalam video selanjutnya.
Dalam video itu juga terlihat sejumlah warga yang mengadu ke polisi yang berjaga terkait bau bensin menyengat yang ada di sekitar lingkungan rumah mereka.
Baca Juga: Kebakaran Kilang di Indramayu, Pertamina Upayakan Evakuasi Warga
Akibat dari meledaknya kilang minyak Balongan, terdapat sejumlah korban. Hal ini dijelaskan Bupati Indramayu, Nina Agustina.
“Jadi kurang lebih 4 korban, itu dari masyarakat yang melintas (Kilang Balongan) selama ini,” jelasnya semalam.
Informasi terbaru yang disampaikan Polda Jawa Barat, tercatat korban total adalah 9 orang dengan rincian 6 warga luka bakar dan 3 warga mengalami sesak nafas. Dari total korban itu, 1 korban sudah pulang dari rumah sakit dan sisanya masih dirawat.
Pertamina dan Pemkab Indramayu sudah bergerak mengungsikan warga dan mengamankan lokasi sekitar kilang minyak. Pemkab Indramayu membuka Pendopo Kabupaten Indramayu untuk dijadikan lokasi pengungsian warga terdampak ledakan kilang Balongan.
Berita Terkait
-
Bakamla Evakuasi 12 ABK Kapal Motor Mutiara Ferindo 2 yang Terbakar di Perairan Banten
-
UMK Academy Berikan Begitu Banyak Manfaat Bagi UMKM, Termasuk Kirim Produk Go Global!
-
Penurunan Harga BBM: Strategi Pertamina atau Sekadar Pengalihan Isu?
-
18 Rumah Dinas TNI di Aceh Terbakar Hebat saat Libur Idul Fitri, Penyebabnya Masih Misteri!
-
Produk UMKM Bisa Go Global Lewat Pertamina UMK Academy
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan