Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora
Minggu, 04 April 2021 | 19:25 WIB
Suasana rumah terduga teroris DS (38) saat didatangi wartawan di Padukuhan Jombor RT 6, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Bantul, Minggu (4/3/2021). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

"Suami saya itu lembut, baik. Orangnya sabar, dan tidak pernah ada perilaku yang mengarah ke sana (dugaan teroris). Membunuh ular saja dia tidak tega," katanya.

Terpisah, Ketua RT 6, Agus Purnama (44) membenarkan jika salah seorang warganya diamankan oleh aparat.

"Sekitar pukul 09.00 wib saya ditelpon oleh nomor tak dikenal yang mengaku aparat dari Polda DIY. Katanya mau memeriksa rumah salah seorang warga saya, selanjutnya saya izinkan," terang Agus ditemui di Jomboran RT 6.

Agus menerangkan, jika DS aktif berkegiatan di desanya. Rapat RT dan ronda selalu hadir.

"Dia seperti tetangga saya lainnya, berinteraksi sangat baik, tapi ketika sakit ini memang sudah jarang sekali bertemu. Jika akan sholat saja diantar istrinya dengan sepeda motor ke masjid kampung," kata dia.

Dari pantauan Suarajogja hingga pukul 17.40 wib, masih ada aktivitas di rumah DS. Terdapat satu orang anak laki-laki, istri serta satu perempuan lain yang menempati rumah tersebut.

Penangkapan dan penggeledahan terduga teroris DS di Kabupaten Bantul merupakan keempat kalinya selama awal pekan bulan April 2021 ini. Sebelumnya, Densus 88 Mabes Polri menggeledah rumah dan menangkap terduga teroris berinisial W (40), Padukuhan Widoro dan DK (39) di Padukuhan Jotawang, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon serta KB (43) di Sergoyoso, Kapanewon Pleret, Bantul.

Load More