SuaraJogja.id - Raja Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan saat ini Pengageng Panitikismo sementara dijabat oleh puterinya, Gusti Condro Kirono. Gusti Condro Kirono telah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Pengageng Panitikismo yang bertugas mengurusi persoalan Sultan Ground (SG).
Sultan mengatakan, penggunaan Sultan Ground saat ini sebaiknya lebih diarahkan untuk kelompok masyarakat banyak dan bukan untuk personal atau pribadi. Hal ini bertujuan agar kemanfaatan Sultan Ground akan lebih banyak untuk masyarakat dari pada pribadi.
"Seperti penyewaan tanah kas desa, kalau bisa ya untuk kelompok masyarakat. Jangan pribadi, kalau pribadi keuntungannya hanya dirasakan personal bukan banyak orang," terangnya, saat berkunjung ke Gunungkidul, Senin (19/4/2021).
Oleh karenanya, ia mendorong kepada pemerintah Kalurahan yang ingin menyewakan tanah kas desa agar lebih mementingkan masyarakat yang berekelompok. Sementara untuk tanah sultan Ground yang bukan merupakan tanah kas desa maka bisa rembuga dan mengajukan ijin ke Gusti Condro Kirono sebagai pengageng Panitikismo.
Harapannya, masyarakat sekitar tanah Sultan Ground itu bisa merasakan manfaat Sultan Ground. Ia mencontohkan seperti yang terjadi di Kalurahan Mangunan di mana warga masyarakat yang banyak menggunakan Sultan Ground untuk pariwisata. Di mana dengan berkelompok, warga masyarakat diberi bantuan gubernur untuk memulai usaha pariwisata mereka.
"Tiga tahun kita bantu dengan bantuan gubernur. Hal itu bisa dibentuk apakah kelompok ataupun koperasi, bagi saya tidak masalah," ujarnya.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Pameran PASSAGE: Jembatan Seniman Yogyakarta Menuju Panggung Prancis
-
Ketika SD Negeri di Jogja Kekurangan Murid, Guru Patungan demi Tetap Bisa Bermimpi
-
Haedar Nashir: Tak Ada Kompromi bagi Pelaku Pelecehan Seksual di Kampus Muhammadiyah
-
Skandal Korupsi Beruntun, Muhammadiyah Desak Presiden Pimpin Perang Total, Tak Sekedar Ceramah
-
Diduga Jadi Korban Mafia Tanah, Warga Sleman Kaget Sertifikat Beralih Nama dan Jadi Agunan Bank