SuaraJogja.id - Sosok KLS Isy Gunadi Fajar Rahmanto sudah dua kali menyelam dengan Kapal KRI Nanggala-402. Nahas, prajurit asal Bantul yang menjalankan tugas sebagai pemegang sonar itu purna tugas usai kapal selam Nanggala-402 yang ditumpanginya bersama 51 awak kapal lainnya dikabarkan hilang kontak di perairan Bali, Rabu (21/4/2021).
Hal itu disampaikan ayah Gunadi, Sunaryo saat ditemui wartawan di kediamannya bersamaan dengan kunjungan ketua Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) DIY, Sri Suryawidati.
"Anak saya berlayar (menyelam) itu awalnya 13 April 2021, lalu kembali ke darat. Penyelaman yang kedua kali pada Senin (19/4/2021)," kata Sunaryo kepada wartawan, Minggu (25/4/2021).
Ia mengatakan pada Rabu malam mendapat informasi mengejutkan setelah kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak. Sedikit tak percaya, Sunaryo mencari kebenaran tersebut.
"Awalnya dapat kabar dari menantu saya (Istri Gunadi). Setelah mencari di berita memang kapal itu (Nanggala-402) tempat bekerja anak saya," kata dia.
Saat menjalankan tugasnya yang kedua kali menyelam di perairan Bali dengan Nanggala-402, putra pertamanya tersebut bertugas sebagai juru kemudi dari Komandan KRI Nanggala-402, Letkol Laut Heri Oktavian.
"Saat berlayar kedua kalinya, anak saya (Gunadi) diminta untuk mendampingi komandannya," terang Sunaryo.
Memiliki kesempatan mendampingi Komandan KRI Nanggala-402, kata Sunaryo adalah kehormatan bagi dirinya dan keluarga. Dia berharap ada kabar baik dengan pencarian kapal selam tersebut.
Disamping berdoa, dukungan moral kepada keluarga Gunadi terus berdatangan, Sri Suryawidati yang juga sebagai ketua IKWI DIY, dan istri Bupati Bantul, Emi Masruroh datang menemui Sunaryo di Dusun Ngreco RT 3, Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong.
Baca Juga: Insentif Nakes Bantul Cair Sebelum Lebaran, Alokasi untuk Puskesmas
"Kami berharap ada mukjizat agar Gunadi bisa ditemukan dengan selamat," kata Sri Suryawidati.
Hingga kini, Sunaryo dan juga keluarga masih menunggu kabar resmi dari TNI Angkatan Laut serta pemerintah. Selain itu, belum ada rencana dari keluarga untuk berangkat ke Jawa Timur untuk menanyakan kabar tentang anaknya.
Meski kemungkinan kecil bisa menemukan KRI Nanggala-402, Sunaryo berharap anaknya dapat dievakuasi dan selamat.
"Kami berharap dia selamat. Kami hanya bisa menunggu di rumah sambil menunggu kabar dari angkatan laut. Jika harus ke Surabaya (Jawa Timur) kami juga bingung harus menemui siapa," ucapnya.
Pemuda lulusan SMA 1 Pundong tersebut menjadi TNI Angkatan Laut (AL) sejak 2014. Gunadi memulai kariernya di Komando Armada 1, Jakarta Pusat.
Selanjutnya menjalankan pendidikan Sekolah Awak Kapal Selam (Sekasel) sebelum pindah ke Komando Armada II yang membawahi wilayah laut Indonesia bagian tengah, di Surabaya Jawa Timur.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Ketua Yayasan Little Aresha Dituntut 10 Tahun Penjara, 83 Anak Korban Minta Restitusi Rp2,12 Miliar
-
BRI Bidik Peluang Bisnis dari MotoGP Mandalika 2026
-
Pemerintah Berencana Buat Program Kuliah Gratis, PTS Terancam Gigit Jari Kehilangan Mahasiswa
-
Ngenes! Prabowo Tambah Pejabat, Transfer ke DIY Malah Susut Rp910 Miliar
-
MotoGP Mandalika 2026 Makin Ramah Lingkungan, BRI Peduli Kerahkan 500 Relawan