Dari hasil penelitian itu ternyata campuran pasir dan limbah plastik itu memberi kelebihan tersendiri pada hasil akhir produknya.
Pertama, kata Tri, prosesnya tidak ada pembakaran terhadap limbah plastik yang digunakan itu sehingga dapat dibilang ramah lingkungan. Kedua ternyata kekuatan produk yang dihasilkan di atas kekuatan produk yang sama dengan menggunakan semen.
"Kami sudah ujikan produk kami ke laboratorium litbang PUPR di Bandung," ucapnya
Lalu untuk bentuk hasil akhir produknya juga sangat fleksibel. Artinya mau dibentuk apapun bisa, bahkan ketika semen pun tidak mungkin tapi produk ini bisa.
Baca Juga: Inspiratif! Pria Buleleng Sulap Sampah Plastik Jadi Karya Bernilai Tinggi
"Contoh misalnya kita belum pernah lihat pavling berlubang dari semen karena pasti akan patah sementara kami pun bisa [membuat itu] dan tidak mempengaruhi kekuatan. Dan menariknya ini bisa menjadi solusi untuk mengatasi minimal banjir, genangan air gitu. Jadi dengan dikasih lobang dan dikombinasikan dengan sistem pemasangan biopori itu akan membuat air cepat turun ke tanah," tuturnya.
Terkait dengan pembuatannya sendiri, dijelaskan Tri memang tetap memerlukan pemanasan bahan limbah plastik tersebut. Jadi nantinya limbah plastik yang sudah dicacah hingga lembut kemudian dipanaskan.
Setelah pemanasan dilakukan beberapa waktu baru akan dicampur dengan pasir pada kondisi tertentu. Lalu selanjutnya akan dicetak dan dipress sehingga menjadi bentuk yang diinginkan.
Tri menjelaskan hanya menunggu tiga jam saja hingga produk batako, paving block dan semacamnya itu dapat digunakan.
"Tiga jam itu sebetulnya lebih kepada panasnya agar bisa kepegang tangan gitu. Sebetulnya sesudah itu [dicetak] 5-10 menit sudah bisa dipakai tapi masih panas aja," terangnya.
Baca Juga: PSS Sleman Liburkan Pemain Selama 21 hari
Jika dibandingkan dengan penggunaan semen sebagai bahan campurannya akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bisa digunakan. Setidaknya butuh 28 hari proses pembuatan dengan semen sebelum bisa digunakan.
Berita Terkait
-
Libur Singkat, Ini Momen Bek PSS Sleman Abduh Lestaluhu Rayakan Idulfitri Bersama Keluarga
-
Tantangan Industri Semen Berat, SMGR Kempit Pendapatan Rp36 Triliun
-
Gustavo Tocantins Beri Sinyal Positif, PSS Sleman Mampu Bertahan di Liga 1?
-
Dibayangi Degradasi, Pieter Huistra Bisa Selamatkan Nasib PSS Sleman?
-
Inovasi Pengelolaan Sampah Plastik: Sucofindo-Containder Teken MoU untuk Solusi Berkelanjutan
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
-
Antara Pangan Instan dan Kampanye Sehat, Ironi Spanduk di Pasar Tradisional
-
Link Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Duel Panas Derby Della Madonnina
-
FULL TIME! Yuran Fernandes Pahlawan, PSM Makassar Kalahkan CAHN FC
Terkini
-
Arus Lalin di Simpang Stadion Kridosono Tak Macet, APILL Portable Belum Difungsikan Optimal
-
Kunjungan Wisatawan saat Libur Lebaran di Gunungkidul Menurun, Dispar Ungkap Sebabnya
-
H+2 Lebaran, Pergerakan Manusia ke Yogyakarta Masih Tinggi
-
Exit Tol Tamanmartani Tidak Lagi untuk Arus Balik, Pengaturan Dikembalikan Seperti Mudik
-
Putra Prabowo Berkunjung ke Kediaman Megawati, Waketum PAN: Meneduhkan Dinamika Politik