SuaraJogja.id - Sampai saat ini Pemerintah Kota Yogyakarta masih terus konsisten memberikan bantuan pangan untuk warga yang menjalani isolasi mandiri. Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang mengimbau masyarakat yang menjalani isolasi mandiri untuk tidak perlu panik.
Sebab, Pemkot Yogyakarta akan memenuhi kebutuhan hidupnya, terkait dengan logistik. Bantuan pangan tersebut masih berlangsung lewat kerja sama dengan UMKM binaan pemerintah, yang tergabung dalam program gandeng gendong. Kebijakan tersebut dilakukan untuk meningkatkan geliat ekonomi masyarakat.
"Kita bayarkan setelah layanan selama isolasi itu selesai. Ya, biasanya kan 10 hari, jadi H+10 kita bayarkan. Kelengkapan administrasi harus dipenuhi, sehingga tidak bisa hari itu langsung dibayarkan," ujar Maryustion.
Berniat meningkatkan geliat ekonomi masyarakat, Maryustion juga meminta UMKM untuk sabar dalam menerima pembayaran. Secara spesifik, skema pemberian bantuan pangan tersebut masih sama seperti sebelumnya. Masyarakat yang menjalani isolasi mandiri mendapatkan jatah tiga kali sehari. Dengan anggaran per porsi Rp 20.000.
"Misalnya, satu keluarga ada empat orang, namun yang positif satu, otomatis tiga lainnya harus melakukan isolasi mandiri. Sehingga, dari sisi logistik, kita siapkan empat paket. Yang satu di selter dan tiga di masyarakat," tukasnya.
Sebelumnya Pemkot Yogyakarta bersama dengan korporasi berinisiasi memberikan BPJS Ketenagakerjaan bagi para Relawan Dapur Sehat Covid-19 dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Yogyakarta. Terutama yang belum memiliki perlindungan jaminan ketenagakerjaan
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, saat meluncurkan program Gandeng Gendong, berharap kebijakan tersebut dapat meningkatkan terobosan inisiatif kerjasama bantuan untuk mendukung Kota Yogyakarta dalam ketahanan masyarakat dalam bidang sosial ekonomi.
"Kami berharap dengan program Gandeng Gendong, semakin banyak terobosan inisiatif kerjasama bantuan untuk mendukung Kota Yogyakarta dalam ketahanan masyarakat dalam bidang sosial ekonomi,” katanya.
Dalam kesempatan itu pihaknya menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada 8 perusahaan yang telah berpartisipasi dalam program tersebut. Perlindungan diberikan kepada relawan dalam kecelakaan kerja dan jaminan kematian untuk memberikan jaminan keselamatan.
Baca Juga: Geger Pasien Covid-19 Berkeliaran, Warga Kota Banjar Resah
Program BPJS Ketenagakerjaan tersebut bersifat bantuan yang diberikan dalam bentuk iuran jaminan ketenagakerjaan. Setelah melewati tahap stimulus, masyarakat diharapkan mampu melanjutkan iuran secara mandiri. Menurut Heroe, dalam penanggulangan pandemi, Kota Yogyakarta beruntung memiliki banyak komunitas masyarakat yang peduli.
"Kami memohon dukungan dari segenap masyarakat serta pemangku kepentingan agar tantangan pandemi dapat kita hadapi dan selesaikan secara gotong-royong kita bangun solidaritas. Hingga saat berakhirnya pandemi kehidupan ekonomi masyarakat segera pulih dan bangkit kembali seperti semula saat sebelum pandemi,” imbuhnya.
Kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan diberikan untuk 300 orang Relawan Dapur Sehat Covid-19 dan 50 orang Tagana Kota Yogyakarta untuk masa tenggang enam bulan. Ada berbagai perusahaan yang turut bekerjasama memberikan bantuan untuk relawan dengan jumlah nominal yang bervariasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais