SuaraJogja.id - Aksi nekat sopir bus menyalip di luar jalur membuatnya harus berhadapan dengan mobil pickup hitam yang melintas dari arah lawan.
Tak bergerak karena sudah benar melintas di jalurnya, sopir pickup pun diam saja, begitu juga si sopir bus meski ia menyalahi aturan dan menghalangi jalan.
Alhasil, dua kendaraan ini terdiam saling berhadapan di tengah jalan dalam waktu yang cukup lama.
Momen itu pun direkam warga di sekitar lokasi kejadian. Saat itu hujan turun cukup deras, dan peristiwa bus vs pickup itu seketika menjadi hiburan.
"Indahnya pemandangan," celetuk pria di balik kamera.
Tak lama kemudian, datang mobil putih dari arah yang sama seperti pickup, tetapi karena bus di depannya diam saja, laju mobil itu turut terhalang.
Setelah mobil putih, di belakangnya datang juga truk kuning. Sama seperti pickup hitam dan mobil putih, lajunya juga terhenti gara-gara bus di depan.
Di belakang truk itu pun kemudian datang kendaraan-kendaraan lainnya, yang juga terpaksa terhenti, menyebabkan antrean mengular.
Selang beberapa detik, akhirnya sopir bus mundur untuk kembali melaju ke jalur yang semestinya.
Baca Juga: Aturan Larangan Mudik Berakhir, Terminal Pulo Gebang Masih Sepi Penumpang
Beberapa pengemudi yang terjebak macet pun turun, menghampiri pintu sopir bus. Mereka tampaknya memarahi si sopir karena menggunakan jalan seenaknya.
Setelah jalur kiri tempat bus seharusnya melaju lebih lengang, akhirnya bus pun meneruskan perjalannya.
Sopir pickup hitam lalu kembali masuk ke kendaraannya serta mendapat sorakan dari pria yang dari tadi merekam dari pinggir jalan.
"Ben [biar] kapok. Sopir los dol. Sip! Sip!" serunya.
Tampaknya ia juga geram dengan kelakuan banyak sopir bus besar, yang selama ini dikenal ugal-ugalan suka mengambil jalur kendaraan dari arah lain demi menyalip kendaraan di depannya.
Setelah bus pergi, pickup juga kembali meneruskan lajunya, sehingga kemacetan di belakangnya mulai terurai.
Berita Terkait
-
Aturan Larangan Mudik Berakhir, Terminal Pulo Gebang Masih Sepi Penumpang
-
Bus Rombongan Pesta Nikah Kecelakaan di Pasaman, Seorang Meninggal Dunia
-
Polda Sumut Bakal Tindak Bus Bawa Penumpang Tanpa Surat Bebas Covid-19
-
Antar-Jemput Lansia Pakai Angkutan Umum, Percepat Vaksinasi Covid-19
-
Syarat Keluar Kota Pakai Kendaraan Umum dan Pribadi Mulai 18 Mei 2021
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Dukung Asta Cita, BRI Fokuskan KUR untuk Perkuat Sektor Riil
-
Gustan Ganda di Sidang Tipikor: Dana Hibah Pariwisata Bukan Strategi Pemenangan Pilkada Sleman 2020
-
UU Keistimewaan DIY Tinggal Cerita Sejarah, GKR Hemas Desak Masuk Pembelajaran Sekolah
-
PSIM Yogyakarta Lepas Kasim Botan, Manajer Tim Spill Pemain Asing Baru
-
Isu Reshuffle Kabinet Kian Menguat, Akademisi Nilai Menteri Sarat Kritik Layak Jadi Evaluasi