SuaraJogja.id - Warga Padukuhan Putat Kalurahan Bleberan Kapanewonan Playen Gunungkidul menolak YF mengajar di Raudhatul Atfhal (RA) Putat. YF adalah oknum kepala sekolah RA Putat yang telah dicopot jabatannya karena tersandung kasus foto syur.
Sabtu (29/5/2021) siang, tokoh masyarakat Padukuhan Putat mendatangi pengurus Yayasan PPM NU, yayasan yang menaungi RA. Mereka menyampaikan beberapa point kesepakatan warga terkait dengan kasus yang mendera YF.
Ketua RW 06 Padukuhan Putat, Ari Wibowo mengatakan ia bersama tokoh masyarakat Putat sengaja mendatangi Yayasan untuk menyalurkan aspirasi karena kasus penyebaran foto syur YF melalui aplikasi WA telah mencoreng nama baik Padukuhan Putat.
"Kami yang dijadikan lokasi sekolah RA itu merasa tercoreng," ungkapnya.
Selain itu, kedatangan mereka untuk mengklarifikasi surat pemberhentian YF sebagai kepala sekolah yang mereka terima, Jumat (28/5/2021). Padahal surat tersebut tertanggal 4 Mei 2021, artinya ada waktu sekitar 1 bulan dari surat tersebut dibuat. Warga menduga yayasan sengaja menyembunyikan peristiwa tersebut.
Di samping itu, warga juga menolak jika YF masih tetap mengajar di RA di padukuhan Putat. Karena warga khawatir masa depan anak mereka akan suram seperti gurunya, YF yang tersandung masalah foto syur. Warga ingin agar YF bisa dipindah dari sekolah tersebut.
"Kami tidak menuntut YF dipecat. Kami hanya menolak YF mengajar di tempat kami,"tambahnya.
Sebenarnya sempat muncul usulan agar YF diberhentikan dengan tidak hormat atas kasus yang membelitnya tersebut. Namun warga sepakat hanya menolak yang bersangkutan tetap mengajar di wilayah mereka. Jika tidak dipenuhi tuntutan tersebut maka semua murid akan ditarik dan dipindah ke sekolah lain.
Kendati menolak jika tetap mengajar di tempat tersebut, namun Ari menandaskan warga akan tetap menerima YF sebagai warga Putat. Warga tidak akan mengusir YF dari Padukuhan Putat meskipun perilakunya telah mencoreng nama baik padukuhan Putat.
Baca Juga: Gunungkidul Dilanda Kekeringan, Ribuan Warga Girisubo Kesulitan Dapatkan Air Bersih
"YF itu warga kami juga. Kami tidak akan menolaknya," tandasnya.
Di tempat sama, Ketua Yayasan PPM NU wilayah Gunungkidul, Hj Wardah mengaku menyesalkan peristiwa yang dilakukan oleh oknum kepala Sekolah RA, lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan yang ia pimpin. Pihaknya akan mengakomodir permintaan warga.
Kendati akan memenuhi permintaan warga atas penolakan jika tetap mengajar di RA Putat, namun pihaknya masih menunggu surat resmi keberatan warga Putat tersebut. Surat tersebut nantinya akan dijadikan sebagai dasar yayasan untuk membuat kebijakan terhadap YF.
"Kami akan mengakomodir penolakan tersebut. Tetapi kami harus ada dasar penolakannya," tegasnya.
Terkait dengan surat yang terlambat disampaikan ke pihak padukuhan, Wardah mengaku secara administrasi pihaknya memang tidak ada tanggungjawab kepada pemerintah setempat untuk menyampaikan kepada pemerintah setempat terkait kebijakan yang diambil.
Surat tersebut justru sebagai rasa menghormati pemerintah setempat meskipun datang terlambat. Keterlambatan tersebut juga dikarenakan kekosongan jabatan kepala sekolah di RA Putat sehingga kebijakan yang diambil tidak segera dilaksanakan. (julianto)
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais