SuaraJogja.id - Viral-nya video seorang wanita yang mengadukan harga makanan di warung lesehan yang terletak di Jalan Perwakilan membuat pedagang sekitar area tersebut merasa terpukul. Selain namanya tercemar buruk, beberapa pedagang juga mengaku turut terdampak secara ekonomi akibat peristiwa tersebut.
Sebelumnya, viral di media sosial seorang gadis yang mengeluhkan harga makanan di kawasan Malioboro yang dinilai tidak wajar. Buntut dari video tersebut sendiri cukup panjang hingga menyinggung pihak-pihak lainnya, termasuk pedagang di ruas jalan yang sama. Pemerintah Kota Yogyakarta sendiri langsung melakukan penelusuran.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memanggil beberapa orang pedagang lesehan yang memiliki warung di Jalan Perwakilan. Salah satu pedagang, Apriyanto, mengatakan, dirinya sadar bahwa harga makanan yang ditetapkan di warungnya tidak sesuai dengan standar yang ada.
"Kita akui, jadi kami atas nama warung lesehan yang kami kelola kami juga minta maaf kepada masyarakat Jogja," kata Yanto saat ditemui di kantor Satpol PP Kota Yogyakarta Senin (31/5/2021).
Baca Juga: Antisipasi Kasus Malioboro, Gibran Minta Pedagang Kuliner Cantumkan Harga
Apriyanto bersama dengan rekannya yang membuka usaha sama mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada masyarakat Jogja atas kegaduhan yang terjadi akibat video yang viral. Ia juga merasa telah mencoreng nama baik pariwisata Jogjakarta akibat kasus tersebut.
Saat video tersebut kali pertama viral di media sosial, Yanto mengaku terpukul dan sangat malu. Sebagai warga Jogja, selama ini dirinya merasa sudah menjaga nama baik. Peristiwa tersebut juga berpengaruh terhadap pendapatan mereka sehari-hari.
Pihaknya juga telah menjalankan sanksi secara sukarela dengan menutup warung selama tiga hari. Namun, mulai Selasa (1/6/2021) sudah bisa kembali beroperasi. Ia menerima dengan ikhlas sanksi yang telah dijalani sebagai bentuk pembelajaran dari peristiwa yang menjadi perhatian publik.
"Hari ini kita berubah, semua menu kita standarkan dengan yang ada," kata Yanto.
Ia juga menjelaskan bahwa warungnya memiliki perbedaan dengan lesehan di Jalan Malioboro. Pasalnya, ia menyewa toko untuk membuka usaha lesehannya, sehingga harga yang diberikan kepada pelanggan juga berbeda. Namun, karena diminta untuk menyamakan harga, maka dirinya akan melakukan hal tersebut.
Baca Juga: Lagi-Lagi Parkir "Nuthuk", Dishub Jogja Lakukan Patroli di Malioboro
Ketua Forum Komunikasi dan Koordinasi Jalanan Jalan Perwakilan Adikusuma mengatakan bahwa kasus yang menimpa pedagang di Jalan Perwakilan telah diselesaikan secara adil. Ia meminta kepada masyarakat maupun media untuk meredam kasus tersebut karena pihaknya telah menerima sanksi yang pantas.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Demo di Malioboro Februari 2025
-
Wajah Baru Malioboro: Revitalisasi Selesai, Pedagang Teras Malioboro 2 Buka Lapak!
-
Drama Relokasi Teras Malioboro 2: Pedagang Tridharma Vs Pemda, Siapa yang Menang?
-
Apa Itu Lintang Kemukus yang Muncul di Langit Malioboro?
-
'Banyak Bajingan Demo di Tugu Jogja', Warganet Nyaris Tergocek, Ternyata Maksud Sebenarnya Sarat Adab
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Prabowo Didesak Rangkul Pengusaha, Tarif Trump 32 Persen Bisa Picu PHK Massal di Indonesia?
-
Viral, Mobil Digembosi di Jogja Dishub Bertindak Tegas, Ini Alasannya
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan