SuaraJogja.id - Pegiat wisata di sepanjang Sungai Oya yang masuk wilayah Kapanewonan Imogiri Bantul resah. Para pegiat wisata ini khawatir objek wisata yang telah mereka rintis dari nol akan kehilangan pengunjung karena kehadiran investor besar yang akan mendirikan sebuah destinasi baru di pinggir Sungai Oya.
Ketua Pokdarwis Selopamioro Kapanewonan Imogiri Giyanto mengatakan tenggelamnya salah satu Area Selopamioro Adventurepark membuat wisata berbasis sungai tersebut kini mencoba bangkit. Destinasi wisata yang diciptakan Kementerian Desa Tertinggal dengan sinergi sistem pemberdayaan masyarakat lokal hadir paska Bencana Badai Cempaka.
"Di situ masyarakat banyak terlibat pengelolaan. Dan secara langsung memang dirasakan dampak ekonominya,"ujarnya, Jumat (4/6/2021).
Namun pekan ini disuguhi dengan wacana besar di kalurahan Selopamioro yang akan diubah menjadi Master Plan Segi Tiga Emas Selopamioro. Salah satunya adalah dengan kehadiran investor besar yang akan membuat destinasi baru di wilayah mereka tersebut.
Hal ini menuntut warga masyarakat berbesar hati karena pasti akan terdampak di mana akses sarana pendukung infrastruktur jalan masuk dari Padukuhan lanteng I, Lemahrubuh dan Jetis. Terkait segitiga Emas pasti akan berdampak lagi ke titik titik Padukuhan lain di antaranya adalah alih fungsi lahan tanah kas desa.
"Mohon petani berlapang dada ketika kehilangan tanah garapan,"ujarnya.
Menurutnya alih fungsi lahan tanah kas desa ke pihak pengembangan ini yang paling menarik dirinya adalah seperti apa payung hukum sebagai dasar untuk edukasi di padukuhan di wilayah mereka. Karena payung hukum sangat penting untuk kepentingan di masa yang akan datang.
Giyanto mengungkapkan kehadiran wacana investor di kalurahan Selopamioro sejak awal telah didengungkan ketika Selopamioro masih diampu Lurah Almarhum Himawan. Bahkan sudah beberapa kali kehadiran investor tersebut didiskusikan namun masih sebatas wacana dan belum terealisasi.
"Dan pekan ini (investor) hadir kembal. Bagi kami tidak aneh namun yang masih menjadi pertanyaan besar mekanisme perencanaan ini tidak transparan,"ungkapnya.
Baca Juga: Beredar Ratusan Formasi CASN Kabupaten Bantul, Sekda: Belum Ada Publikasi
Dirinya menentang nilai kesepakatan kontrak 20 tahun yang menurut perhitungan akal warga, kontrak tersebut dinilai murah. Selain itu, piranti dasar payung hukum status alih fungsi lahan kas desa ke pihak pengembangan.ini juga masih samar. Belum lagi rencana lahan yg digunakan masuk salah satu area bagian dari Selopark (area Puja sera).
Di Pokdarwis sendiri, sejak awal ketika hendak menarik pengontrak atau investor para pengelola masih mengedepankan warga lokal. Hal ini sebagai penguatan konsep pemberdayaan masyarakat. Hadirnya investor sekuat HeHa tentu baik bagi kepentingan oknum-oknum tertentu. Namun pegiat lokal keputusan tersebut tentu kurang bijak saja.
" Konsep pemberdayaan masyarakat apa yg bisa diselesaikan Pengembangan?? Tentu Pemberdayaan kekayaan dulu yang diprioritaskan bukan,"paparnya
Ketua Pokdarwis Sriharjo, Oman juga mengaku was-was dengan kehadiran investor besar di wilayah dekat mereka. Karena mereka khawatir pengunjung wisata yang berbasis masyarakat selama ini akan beralih ke destinasi wisata yang dibuat oleh investor tersebut.
Meskipun investasi berada di di Kelurahan tetangga mereka namun salah satu yang akan dijual oleh investor tersebut nantinya adalah panorama alam di wilayah sriharjo. Dimana panorama alam tersebut merupakan Rintisan dari pelaku wisata di Sriharjo.
"Kami yakin nanti tentu akan berdampak buruk terhadap iklim wisata di Imogiri,"ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik
-
Pakar UMY Ingatkan Risiko Salah Sasaran Bansos Jika Desil DTSEN Jadi Patokan Mutlak
-
100 Ahli Ortopedi dari 15 Negara Bahas Masa Depan Penanganan Sendi di Yogyakarta
-
GEMPAR Sambangi Pasar Godean, Seni Tradisional Warok Siap Hebohkan Warga
-
Kendaraan Kustom Makin Marak di Jogja, Legalitas Masih Jadi PR Besar