Pihaknya tidak menampik bahwa posisi tempat para pemuda itu masih berada di sekitar perkebunan milik warga. Terlihat dari langit yang cerah dan masih banyaknya vegetasi di sekitarnya.
"Kalau melihat dari titik itu dan memastikan ada tanda panah itu yang itu temen-temen hafal masih di bawah, dekat dengan lahan perkebunan masyarakat," jelasnya.
Akhmadi menegaskan tidak akan menindaklanjuti aksi sekelompok pemuda itu dengan mencari mereka. Menurutnya, klarifikasi yang diberikan sudah cukup untuk menjelaskan kejadian di dalam video viral itu.
"Kita mungkin engga kperlu sampai mencari [sekelompok pemuda itu], cuma meng-counter dengan jawaban-jawaban seperti itu. Mudah-mudahan tidak tambah runyam," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, media sosial diramaikan sebuah video viral yang memperlihatkan sekelompok pemuda di area Gunung Merapi. Di video tersebut, mereka mengabadikan momen di dekat penunjuk arah ke Pasar Bubrah.
Pengunggah video menuliskan keterangan bahwa ia dan teman-temannya iseng jalan-jalan sampai ke Pasar Bubrah.
"Gabut-gabut tekan Pasar Bubrah merapi og pie. Meh lanjut munggah neh ngga wani [Lagi gabut sampai Pasar Bubrah Merapi dong. Mau lanjut naik enggak berani]," tulisnya.
Video itu kemudian diunggah ke Instagram oleh akun @merapi_uncover, Rabu (9/6/2021), disertai kritik sebagai caption.
"Bagaimana bisa, pendaki alay seperti ini bisa lolos masuk ke gunung Merapi yang saat ini masih sering erupsi? Penjagaan seperti apa yang diterapkan di pos pos pendakian untuk memperketat jalur,kok sampai bisa ditembus? Kecelakaan gunung masih sering kali terjadi.
Baca Juga: Wedhus Gembel Meluncur Sejauh 1,2 Kilometer dari Puncak Merapi ke Arah Barat Daya
Mohon pihak terkait kiranya bisa memperketat jalur jalur legal + ilegal. Filterisasi antara penduduk lereng gunung dengan pendaki2 yang nekat ingin naik hanya demi konten medsos
Mengaktifkan kembali pos jaga pendakian utk meminimalisir kejadian serupa terulang & menghindari korban jiwa. Berkaca dr insiden jatuhnya korban jiwa di puncak garuda bbrp tahun lalu dan kejadian Kalitalang kemarin, kasus sama, hanya demi pencitraan di medsos
Prioritas keselamatan harus lebih diutamakan. #Merapi #merapinews #Merapiuncover
Source: B_Sajaa_Tanpa_H," tulisnya.
Berita Terkait
-
Wedhus Gembel Meluncur Sejauh 1,2 Kilometer dari Puncak Merapi ke Arah Barat Daya
-
Viral Pendaki Pamer ke Pasar Bubrah Saat Merapi Siaga, Panen Hujatan Publik
-
Keasyikan Buat Vlog, Pemuda Ini Malah Tewas Usai Masuk Jurang Gunung Merapi
-
Pagi Tadi Awan Panas Meluncur dari Puncak Merapi Sejauh 1,5 Km ke Barat Daya
-
24 Jam Terakhir, Gunung Merapi 1 Kali Luncurkan Awan Panas dan 9 Kali Lava Pijar
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro
-
CGV Arthouse Hadir di Yogyakarta, Film Kuldesak hingga Perfect Days Siap Tayang Bulan Depan
-
Tak Sekadar Soal Reformasi 1998, Laut Bercerita Angkat Duka Keluarga Korban Penghilangan Paksa
-
BRI Buka Jalan Karier bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional
-
Bikin Pembatik Jogja Bernapas Lebih Lega, Inovasi Lilin Ini Ternyata Berasal dari Bahan Tak Terduga