SuaraJogja.id - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta Deddy Pranowo mengungkapkan, wacana Work from Jogja bisa saja dijalankan untuk memulihkan perekonomian dan pariwisata di DIY. Apalagi, infrastuktur, objek wisata, protokol kesehatan, dan sumber daya manusia di DIY sudah siap.
Namun, kebijakan tersebut juga harus dibarengi konsistensi pemerintah, baik pusat maupun daerah dalam membuat kebijakan. Menurut Deddy, jangan sampai saat wacana tersebut diberlakukan, pemerintah mengubah terus kebijakan dalam waktu singkat.
"Kita menunggu keputusan dari pemerintah untuk work from jogja. Yang kita minta sekarang ini jangan sampai ada kebijakan pemerintah yang mendadak berubah-ubah," ungkap Deddy di Hotel D'Senopati, Kamis (10/06/2021).
Menurut Deddy, konsistensi pemerintah dalam menerapkan kebijakan tanpa berubah secara mendadak tersebut sangat dibutuhkan pelaku wisata di DIY. Sebab berdasarkan pengalaman selama ini, program pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi di DIY sulit diterapkan maksimal karena kebijakan yang sering berubah.
Akibatnya pariwisata yang menjadi sektor yang terdampak pandemi COVID-19 sulit untuk pulih. Dari sisi bisnis perhotelan di DIY misalnya, akibat kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat saat libur Lebaran 2021 beberapa waktu terakhir membuat okupansi hotel sempat dibawah 10 persen. Kondisi ini tidak pernah terjadi sebelumnya.
Namun setelah selesainya pembatasan mudik pascalibur Lebaran, okupansi hotel kembali naik cukup signifikan antara 25-30 persen. MICE dari instansi baik negeri maupun swasta dari dalam dan luar daerah yang menyumbang okupansi hotel.
"Karenanya kita dukung work from jogja, namun jangan aji mumpung dan hanya jadi wacana," tandasnya.
Deddy menambahkan, PHRI belum diajak koordinasi oleh Pemda DIY dalam penerapan Work from Jogja. Termasuk wacana pemberian insentif dari pelaku pariwisata. Namun Deddy memastikan semua hotel dan restoran, baik yang bintang maupun non bintang siap menerapkan kebijakan Work from Jogja.
"Kita butuh koordinasi pemda karena sebelum work from jogja sudah banyak asn dan instansi yang meeting di jogja sampai 15 persen. Ini menjadi angin segar bagi kita," paparnya.
Baca Juga: Pengelola Minta Maaf, PHRI DIY Akan Tertibkan McDonald's
Sementara Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY, Marlina Handayani mengungkapkan, pelaku pariwisata di DIY harus mampu membuat terobosan. Dengan demikian perekonomian DIY bisa pulih tanpa melupakan protokol kesehatan.
"Promosi yang baik diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisata di diy," paparnya.
Waka Bidang Pengembangan Produk Asita DIY Andri Supriatna Sasmita menambahkan pihaknya tengah menyiapkan dua event untuk meningkatkan kreativitas pelaku wisata di DIY.
"Kita mendatangkan seller dari luar Jogja tentunya seller ini destinasi wisata, dinas pariwisata dari luar pulau Jawa, hotel di luar Jogja dan hotel di Jogja," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
-
Pengelola Minta Maaf, PHRI DIY Akan Tertibkan McDonald's
-
Siap Realisasikan Work from Jogja, Pemda Bakal Beri Diskon Pecel Lele
-
Dispar DIY Realisasikan Work From Jogja pada Juli Mendatang
-
Jengah Kasus Pungli Wisata Kembali Marak, Sri Sultan Minta Pemangku Wilayah Tindak Tegas
-
Usai Libur Lebaran, Dishub Catat Ada 2,5 Juta Pemudik Masuk DIY
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Film Dan Bandung Sapa Penonton Yogyakarta: Angkat Kisah Cinta, Persahabatan, dan Keluarga
-
Cherrypop 2026 Siap Guncang Prambanan, Puluhan Musisi Lintas Generasi Meriahkan Repelita Musik
-
42 Kasus Kebakaran Tercatat hingga Juli 2026 di Kota Jogja, Warga Diminta Tak Bakar Sampah
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
Belum Genap Tiga Tahun, Puluhan Becak Listrik Danais Rusak, Dishub Sebut Baru Proyek Percontohan