SuaraJogja.id - Rencana Pemda DIY untuk menerapkan lockdown atau pembatasan mobilitas masyarakat pasca tren kasus Covid-19 yang naik signifikan perlu dikaji lebih dalam. Sebab penerapan kebijakan tersebut dikhawatirkan bisa membuat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang masih berjuang untuk pulih di masa pandemi ini akan sia-sia bahkan bisa kembali kolaps.
Sebab pembatasan mobilitas masyarakat akan berdampak pada sektor UMKM dan wisata di DIY. Padahal keduanya menjadi penopang pulihnya perekonomian DIY di masa pandemi ini.
"Sebagian besar UMKM kita kan suportnya di ekonomi kreatif seperti wisata dan pendidikan. Saat pendidikan belum pulih karena [angka] Covid-19 tinggi, wisata masih megap-megap mau tumbuh [di masa pandemi], apalagi ada [kebijakan lockdown], kita harus hati-hati. Ini menjadi pukulan bagi ekonomi kita," ungkap Kabid Layanan Bidang Kewirausahaan Dinas Koperasi UMKM DIY Wisnu Hermawan disela diskusi Dagangan, Digitalisai Ekonomi Daerah di Yogyakarta, Sabtu (19/06/2021).
Menurut Wisnu, UMKM harus mampu mensiasati pembatasan mobilitas masyarakat dengan melakukan inovasi. Di antaranya menggandeng marketplace dalam mengembangkan pasar mereka.
Apalagi saat ini, dari sekitar 250 ribu UMKM di DIY yang mengikuti program penjualan digital milik Pemda DIY Si Bakul juga belum pulih. Bahkan sekitar 50 persen diantaranya kehilangan pasar selama pandemi.
"Transaksi model e-commerce harus ditingkatkan dan kreatif, jangan sampai terdampak lockdown," tandasnya.
Wisnu menambahkan, transaksi melalui marketplace atau e-commerce di masa pandemi ini menjadi solusi UMKM dalam mempertahankan ekonominya. Sehingga keterbatan transaksi tatap muka tidak lagi menjadi kendala. Marketplace harus bisa menggandeng bakul-bakul atau pelaku UMKM untuk bertransaksi secara online.
"Yang mestinya kita dukung adalah marketplace semakin banyak ragamnya sehingga masyarakat semakin banyak pilihan layanan UMKM. Namun yang juga harus diperhatikan akses internet juga perlu diperbaiki, terutama di daerah-daerah yang terpencil pada punya pasar yang potensial. Ini yang jadi perhatian kami disuport wifi atau internet," ungkapnya.
Sementara salah satu pelaku UMKM dari Krapyak, Swasti Oktaviana mengaku selama pandemi mengalami kesulitan dalam memasarkan dagangannya secara offline. Warungnya seringkali sepi pembeli karena pembatasan mobilitas masyarakat.
Baca Juga: Yogyakarta Akan Lockdown, Pengamat: Sultan Mengancam
"Akhirnya mencoba aplikasi di internet untuk menjual dagangan dari warung saja secara online. Ternyata tidak repot dan banyak pembeli dari luar jogja yang jadi konsumen," ungkapnya.
Founder Dagangan, Ryan Manafe mengungkapkan, banyak pemilik warung dan UMKM yang coba digandeng untuk mengembangkan usaha mereka secara online di DIY dan Jateng. Kebanyakan berasal dari wilayah pelosok yang akhirnya memiliki kesempatan menjual produk mereka secara online melalui aplikasi miliknya.
"Ada sekitar 35 ribu user aktif baik mitra waun ataupun reseller yang saat ini bertransaksi. Konsep jualan semacam ini diharapkan bisa jadi solusi pengembangan UMKM di masa pandemi," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
-
Yogyakarta Akan Lockdown, Pengamat: Sultan Mengancam
-
Skrining Selesai, Pelayanan Dinas di Balai Kota Yogyakarta Kembali Dibuka
-
5 Hal yang Bisa Dipelajari Indonesia dari India soal Lonjakan Kasus COVID-19
-
Sultan Ancam Jogja Lockdown dan 4 Berita Terpopuler SuaraJogja
-
Nakes Semakin Kewalahan, IDI DIY Dukung Pertimbangan Lockdown dari Sri Sultan
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Modus Wisata ke Luar Negeri, Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Tiga Pria Diduga Jemaah Haji Ilegal
-
Kereta Gantung Sepanjang 8 KM Bakal Dibangun di Kawasan Prambanan Sleman, Investasinya Rp200 Miliar
-
Pemkab Sleman Pastikan Stok Hewan Kurban Aman Meski Permintaan Diprediksi Melonjak
-
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di Sleman, Dua Pemuda Diamankan Polisi
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan, BRILink Agen Jangkau 80 Persen Desa Indonesia