Ilustrasi hujan - (PIxabay/PublicDomainPictures)
Kemudian pada pertengahan Juni 2021 terjadi hujan beberapa hari yang cukup signifikan dengan kriteria menengah hingga lebat. Hal ini disebabkan beberapa faktor dalam skala jangka pendek.
"Di antaranya yaitu adanya MJO yang aktif di Samudera Hindia yang berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan. Lalu adanya konvergensi di Selatan Pulau Jawa," ungkapnya.
Ditambah dengan suhu muka laut yang menghangat dengan anomali +1.0 s/d +3.0 °C yang menyebabkan potensi penguapan atau penambahan massa uap air di Samudera Hindia.
"Potensi hujan masih berpeluang muncul terutama dalam beberapa hari ini di wilayah DIY. Masyarakat dihimbau untuk terus mengupdate informasi dari BMKG," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran
-
Raih Ekstra 27.000 GarudaMiles dari Transaksi dengan BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas
-
Kemarau Diprediksi hingga Desember, Kulon Progo Perpanjang Siaga Kekeringan
-
Cara PIMPASA Imigrasi Yogyakarta Cegah Perdagangan Orang Lewat Pangan dan Wayang
-
Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja