SuaraJogja.id - Polisi bergerak cepat dalam mengusut kasus pencabulan yang dialami oleh dua santri laki-laki di pondok pesantren (Ponpes) yang terletak di Kalurahan Trirenggo, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul.
Kapolres Bantul, AKBP Ihsan mengaku menerima laporan dari orang tua korban pada Senin (29/6/2021). Lantas hanya dalam tempo satu hari, polisi berhasil menangkap pelaku pencabulan.
"Dalam waktu satu hari kami berhasil menangkap pelaku yang berinisial EK (22) asal Lampung Timur. Pelaku statusnya adalah seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Jogja," paparnya dalam jumpa pers di Mapolres Bantul, Rabu (30/6/2021).
EK sudah menetap di ponpes tersebut kurang lebih selama tiga terakhir. EK selama ada di ponpes bertugas sebagai Musyrif.
"Musyrif ini semacam pengasuh asrama di ponpes yang bertugas mengkondusifkan santri-santri. Selain itu juga bisa membantu mengajar ngaji dan atau membantu masak," katanya.
EK menjadi Musyrif di ponpes itu karena kuliahnya sedang belajar secara daring (online).
"Sehingga dia bisa tinggal di sana," katanya.
Modus yang digunakan pelaku yaitu merayu korban dengan cara meminjamkan ponsel atau laptopnya untuk bermain gim. Selesai bermain gim, kemudian korbannya diminta untuk tidur di atas ranjang.
"Waktu korban berada di atas ranjang lantas pelaku memegang kemaluan korban dan melakukan oral seks. Modus itu ia pakai kepada kedua korban," jelasnya.
Baca Juga: Tanggapi Soal Rencana PPKM Darurat, Begini Kata Bupati Bantul
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Wishlist Steam Menumpuk? Ini 5 Cara Menyiasati Musim Diskon Besar
-
Sukses di Jogja, ZAP Fest 2026 Siap Sambangi 2 Kota Lain dengan Konsep Beauty, Music, dan Lifestyle
-
Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat
-
Pembukaan Sawit Dicap Pemicu Karhutla, Lahan Terlantar Diklaim Justru Jadi Ancaman
-
Pungli Parkir Terus Berulang, Kabupaten/Kota Jogja Didesak Tak Sekadar Buat Aturan