SuaraJogja.id - Lampu penerangan yang ada di Jalan Mangkubumi hingga Jalan Malioboro, Kota Jogja dimatikan selama pelaksanaan PPKM darurat.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro, Ekwanto mengatakan, lampu penerangan dimatikan mulai pukul 20.00-02.00 WIB. Dengan begitu, ikon wisata Kota Jogja itu gelap gulita selama tujuh jam.
Menurutnya, sejauh ini pemadam lampu penerangan dinilai efektif mengurangi kerumunan pada malam hari. Sebab, jika tak ada penerangan, orang atau penjual enggan beraktivitas.
"Yang jelas efektif dalam mengurangi adanya kerumunan saat malam hari," ujar Ekwanto kepada SuaraJogja.id, Rabu (7/7/2021).
Terlebih, lanjutnya, jika lampu penerangan tidak dimatikan masih ditemukan pelaku usaha yang tetap berjualan meski sudah dilarang. Imbauan dari petugas gabungan tak diindahkan.
"Kalau dimatikan mereka tidak akam berjualan. Semisal mau pasang lampu sendiri kan kelihatan terang," katanya.
Diakuinya, selama pelaksanaan PPKM darurat, masih ada toko modern dan restoran cepat saji yang ada di Malioboro tidak mematuhi protokol kesehatan. Kedua tempat itu masih buka melebihi batas waktu yang ditentukan.
"Kemarin sempat ramai karena ada pengunjung dan pukul 20.00 WIB seharusnya sudah ditutup tapi masih ada yang buka. Kemudian petugas gabungan langsung memberi teguran," terang dia.
Selain efektif mencegah terjadinya kerumunan saat malam hari, lampu penerangan yang dimatikan juga menghemat daya listrik. Ia berharap dengan langkah seperti itu kasus Covid-19 di Jogja bisa berkurang.
Baca Juga: PPKM Darurat, Satgas COVID-19 Banyuwangi Targetkan Vaksinasi 21 Ribu Setiap Hari
"Harapannya tentu ada penurunan kasus dengan mematikan lampu di kawasan Malioboro saat malam hari," tambahnya.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta guna mengurangi aktivitas warga maupun wisatawan yang menciptakan kerumunan pada malam hari.
"Jalur akses masuk ke Malioboro kami tutup, lampu penerangan jalan umum (PJU) dan lampu taman di kawasan Malioboro dimatikan mulai pukul 20.00 WIB," katanya.
Heroe menyatakan, mematikan lampu PJU Malioboro sifatnya dinamis, melihat apakah terjadi keramaian apa tidak di lokasi tersebut.
“Dinamisnya, jika sudah ditutup masih menjadi tempat kerumunan atau nongkrong maka lampu dimatikan. Semuanya melihat kondisi di lapangan,” ujarnya.
Pihaknya juga berencana akan melakukan penyemprotan disinfeksi di sepanjang Jalan Malioboro secara rutin. Tujuannya untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang ada di Malioboro.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Bedah Buku 'Muslim Ahmadiyah dan Indonesia' di UKDW Yogyakarta: Bukti Resiliensi dan Cinta Tanah Air
-
Penjualan Hewan Kurban di Sleman Lesu, Pedagang Keluhkan Penurunan Omzet
-
Petani Jogja Makin Terjepit! Biaya Angkut dan Karung Mahal Gegara BBM Naik, Kesejahteraan Merosot
-
Diduga Keracunan Makanan Pamitan Haji, 43 Warga Sleman Alami Diare dan Demam
-
Menyambut Derby DIY di Super League Musim Depan, Bupati Sleman: Hilangkan Rivalitas Tidak Sehat