SuaraJogja.id - Pasar di Kota Jogja ditutup selama pemberlakukan PPKM Darurat. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota menyebut penutupan tersebut dilakukan terhadap pasar tradisional yang tidak menjual bahan kebutuhan pokok. Penutupan akan dimulai Kamis (8/7/2021) besok sampai 20 Juli 2021.
Kepala Disperindag Kota Jogja, Yunianto Dwisutono menyampaikan, pasar tradisional yang akan ditutup antara lain Pasar Beringharjo Sisi Barat, pusat bisnis Beringharjo, Pasar Kuncen, Pasar Pasty, dan pasar sepeda Tunjung Sari. Hal ini dilakukan usai melihat perkembangan dan kondisi selama empat hari penerapan PPKM darurat.
"Setelah melihat perkembangan dan kondisi di lapangan, maka diputuskan untuk pasar yang tidak menjual bahan kebutuhan pokok ditutup sampai 20 Juli besok," paparnya, Rabu (7/7/2021).
Tidak hanya itu, untuk luberan pedagang di luar pasar juga akan ditutup. Disperindang akan berkoordinasi dengan mantri pasar.
"Kami akan koordinasi dengan mantri pasar karena kewenangannya ada pada mereka. Dari hasil koordinasi, maka luberan pedagang di luar pasar yg berjualan di jalanan juga ditutup," terangnya.
Dia menyebut, pedagang yang tidak berjualan di dalam pasar dan telah ditertibkan yakni luberan di Pasar Kranggan di Jalan Poncowinatan. Sementara untuk luberan di pasar lain seperti Sentul, Demangan, Kotagede, dan Patangpuluhan juga akan segera menyusul ditutup.
"Pedagang yang ada di luar area pasar dilarang berjualan selama PPKM darurat," katanya.
Kata dia, penutupan luberan merupakan hasil koordinasi dengan Kemantren (camat) dan Satpol PP. Apabila ada yang nekat berjualan akan ditindak.
"Jika ada yang melanggar akan ditertibkan. Kami tidak main-main," katanya.
Baca Juga: Beroperasi di Masa PPKM Darurat, CEO PT Ray White Resmi Ditetapkan Tersangka
Pasar tradisional yang menjual bahan kebutuhan pokok, sambungnya, tetap akan dipantau terkait penegakan protokol kesehatan.
"Untuk di pasar tradisional pun kami tetap melaksanakan aturan kapasitas maksimal 50 persen pedagang," ujar dia.
Berita Terkait
-
Kopi Pasir Jogja, Tempat Minum Kopi sambil Bakar-Bakar di Pinggir Sawah
-
Pakai Coronavac, Ini Alur Pendaftaran Suntik Vaksin Covid-19 Perusahaan di RS Siloam Jogja
-
Pelanggaran Perda di Kota Jogja Menurun, Ini Dia Penyebabnya
-
Terdampak Panic Buying Akibat Meledaknya Kasus Covid-19, Oksimeter di Jogja Mulai Langka
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
- Warga Makassar Mengaku Diminta Bayar Rp500 Ribu Urus Surat Waris
Pilihan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
-
Listyo Diberhentikan, Suyudi Dilantik Prabowo Siang Ini Jadi Kapolri Baru Usai Disetujui DPR
-
Listyo Sigit Prabowo Segera Diganti, DPR Setujui Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
Terkini
-
Erna dan Ari, Pasangan Atlet Disabilitas yang Tumbuh Bersama Lewat Warung Kelontong
-
DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran
-
Raih Ekstra 27.000 GarudaMiles dari Transaksi dengan BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas
-
Kemarau Diprediksi hingga Desember, Kulon Progo Perpanjang Siaga Kekeringan
-
Cara PIMPASA Imigrasi Yogyakarta Cegah Perdagangan Orang Lewat Pangan dan Wayang