SuaraJogja.id - Momen unik terjadi di sebuah pasar di Sampang, Madura, Jawa Timur kala petugas melakukan sosialisasi PPKM darurat. Seorang polisi mengajak para pedagang melantunkan selawat.
Rekaman selawat saat sosialisasi PPKM darurat tersebut kemudian viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @cetul.22, Rabu (7/7/2021).
Terlihat seorang polisi memegang mikrofon. Sambil berjalan di tengah-tengah pasar, ia melantunkan selawat.
Duduk di masing-masing areanya berjualan, para pedagang, yang semuanya memakai masker, terdengar mengikuti selawat yang dipimpin sang petugas.
Terlihat pula tak sedikit orang yang mengeluarkan ponselnya untuk mengabadikan selawat bersama polisi itu.
Menurut keterangan @cetul.22, anggota Polri yang mengajak pedagang berselawat itu adalah Aipda Nur Kholis.
"Sebuah Video Anggota Polri Aipda NUR KHOLIS mengajak warga sampang madura untuk bersolawat," tulisnya.
Keterangan serupa dituliskan akun @devina_jasmine_wijaya_1, yang mengunggah video yang sama pada Selasa (6/7/2021).
"Video polisi ajak ibu2 di pasar lantunkan shalawat.. Sebuah video Anggota Polri Aipda NUR KHOLIS mengajak warga sampang untuk bersolawat ditengah sosialisasi PPKM darurat.." terang dia.
Baca Juga: Ditetapkan Jadi Tersangka, Ini Lokasi Acara Hajatan Lurah Pancoran Mas
Video unggahan @cetul.22 sendiri mendapat banyak komentar berisi pujian untuk inisiatif polisi saat sosialisasi PPKM darurat itu.
"Jadi Rindu Taklim di rumah Corona kapan selesai ini. Rindu ngumpul sm Ibu" di Taklim," tulis @nov***.
"Salut," ungkap @umm***.
"Diajak sholawatan dulu biar adem hatinya .. Nanti baru dikasih pengarahan .. Nah ini yg bener .gak langsung di semprot kayak yg kmrin," tambah @all***.
Berita Terkait
-
Ditetapkan Jadi Tersangka, Ini Lokasi Acara Hajatan Lurah Pancoran Mas
-
Rapat Bareng Luhut, Anies: Ada Revisi Soal Aturan Perusahaan Esensial dan Kritikal
-
Sidak ke Stasiun, Anies Dapati Pekerja Nonesensial Masih Ngantor: Catat Perusahaannya
-
Tegakkan Aturan WFH Saat PPKM Darurat, Ganjar Jalin Komunikasi dengan Apindo
-
Langgar PPKM Darurat, Dirut dan HR Manager PT Dana Purna Investama Ditetapkan Tersangka
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup
-
Tim Hukum Peduli Anak Pemkot Jogja Bidik Pidana Korporasi hingga Pembubaran Yayasan Little Aresha