Scroll untuk membaca artikel
Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 20 Juli 2021 | 07:35 WIB
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DPD DIY Deddy Pranowo Eryono - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

"Tentu ini akan menjadi pilihan pada saat kemudian masyarakat ingin mendapatkan layanan yang terbaik untuk kesembuhan mereka. Ada yang kemudian tidak mau di selter, ada kemudian secara teknis mungkin kalau isolasi mandiri di rumah akan mengganggu keluarga di rumah dan berisiko. Ini merupkan bagian dari alternatif yang bisa diperoleh masyarakat," ujar Singgih.

Singgih memastikan akan senantiasa siap memberikan dukungan terkait pemanfaatan hotel sebagai tempat isolasi mandiri ini. Dalam artian bantuan yang memang bersifat akan mengurangi beban dari hotel itu sendiri.

Saat ini pihaknya tengah mengusulkan secara khusus untuk hotel yang dijadikan tempat isoman. Bisa jadi kata Singgih, bantuan itu akan berupa Alat Pelindung Diri (APD) hingga bantuan lain dari sisi rebranding hotel itu sendiri pasca digunakan sebagai tempat isoman pasien Covid-19.

"Karena kita tidak ingin hotel yang dijadikan tempat isoman kemudian tidak laku. Nah di sini perlu pemerintah masuk untuk merebranding kembali, bahwa hotel telah dibersihkan, sterilisasi dan sebagainnya dan siap digunakan untuk para wisatawan. Tentu ini menjadi bagian dari concern kita, sebab tidak semua hotel mau dijadikan tempat isoman," tandasnya.

Baca Juga: Semangat Kebersamaan, 70 Hotel di Yogyakarta Kembali Nyalakan Lampu Berbentuk Hati

Load More