Scroll untuk membaca artikel
Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Kamis, 22 Juli 2021 | 19:40 WIB
Aksi bagi-bagi nasi bungkus oleh BEM KM UGM, Kamis (22/7/2021) - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Menurutnya pemerintah seakan-akan hanya memberikan apresiasi atau kemudian memberikan penghargaan saja. Namun untuk kelanjutan program tersebut nyatanya nihil.

"Tidak ada satu kelanjutan program yang disambut, ibarat tidak ada gayung bersambut dari pemerintah terkait program-program pemenuhan kebutuhan masyarakat," ucapnya.

Padahal Farhan juga tidak memungkiri bahwa mahasiswa penuh dengan keterbatasan. Tentu tidak akan cukup untuk mencukupi seluruh kebutuhan masyarakat secara umum.

Menurutnya ada ketimpangan tanggungjawab dari masyarakat yang sudah mencoba menjaga sesama dalam kurun waktu satu setengah tahun terakhir ini dengan pemerintah.

Baca Juga: Pandemi Tak Ada Event Musik, Andre dan Istri Tetap Bantu Bagi Sembako untuk Warga Isoman

"Namun kalai merujuk Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan, ada poin dimana karantina wilayah itu dijamin kebutuhannya. Di situ sebenarnya tanggungjawab pemerintah yang timpang lah dengan kewajiban atau tanggungjawab dari masyarakat yang sudah mencoba menjaga sampai di titik satu setengah tahun ini," tandasnya.

Load More