SuaraJogja.id - Jajaran Unit Reskrim Polsek Depok Barat berhasil mengamankan seorang pria berinisial YN (23) warga Giripanggung, Tepus, Gunungkidul, yang merupakan pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Diketahui bahwa pelaku telah melakukan aksinya pada sembilan tempat berbeda.
Kanit Reskrim Polsek Depok Barat Iptu Mateus Wiwit mengatakan bahwa pengungkapan kasus tersebut dilakukan setelah mendapatkan laporan dari seorang karyawan salah satu kantor pegadaian di Caturtunggal, Depok, Sleman yang menjadi tempat aksi pencurian tersebut.
Diketahui bahwa aksi pencurian tersebut terjadi pada 11 Juli 2021 lalu sekitar pukul 09.00 WIB.
"Jadi pada Minggu (11/7/2021) pelapor datang ke TKP untuk membuka pintu kantor dan ternyata pintu rolling door sudah terbuka serta gembok juga sudah hilang," kata Mateus kepada awak media saat jumpa pers di Mapolsek Depok Barat, Senin (26/7/2021).
Mendapati kondisi pintu kantor yang seperti itu, pelapor lantas menghubungi pemilik kantor gadai untuk memastikan. Lalu, pemilik kantor gadai meminta yang bersangkutan untuk konfirmasi kepada pegawai lain yang diketahui sebagai orang terakhir yang mengunci kantor tersebut.
Menurut keterangan dari saksi lain, pintu sudah dikunci dengan baik sebelum pulang. Karena merasa curiga karyawan awal yang mendapati pintunya sudah terbuka itu melakukan pengecekan di dalam.
"Namum ternyata saat pengecekan pintu gudang juga sudah terbuka dan dalam keadaan rusak. Beberapa barang milik customer dan uang yang ada di brankas juga tidak ada atau hilang. Selanjutnya atas kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Depok Barat," tuturnya.
Setelah mendapat laporan tersebut, jajaran Polsek Depok Barat, yang dibantu dengan Unit Jatanras Polda DIY, melakukan penyelidikan tersebut di daerah Tepus, Gunungkidul. Hal itu dilakukan setelah mendapatkan informasi salah satu HP yang hilang berada di daerah tersebut.
"Setelah dilakukan pengecekan di sana ternyata benar. Ada salah satu hp yang dikuasai oleh YN [pelaku]. Setelah diamankan dan diinterogasi mengakui bahwa memang benar hp tersebut di dapat dari aksi pencurian dengan pemberatan di sentra gadai tadi," ungkapnya.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Video China Ambil Pulau Kalimantan Untuk Jamin Utang Indonesia?
Selanjutnya pelaku langsung dibawa ke kantor polisi untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut mengenai aksinya. Berdasarkan pengakuan, pelaku telah melakukan tindak pidana pencurian serupa di delapan tempat lain.
"Perlu diketahui selain melakukan pencurian di sentra gadai tadi tapi juga sudah melakukan di delapa tempat lainnya. Ada di wilayah Sleman, Bantul dan Kota Yogyakarta," ujarnya.
Mateus menjelaskan motif pelaku sendiri melakukan tindak pidana pencurian tersebut adalah masalah ekonomi keluarga. Diketahui bahwa pelaku terjerat utang yang banyak.
Sementara itu, pelaku YN (23) mengakui mempunyai utang sebesar Rp50 juta yang belum dibayar lunas. Dari pengakuannya, ia masih memiliki utang sekitar Rp10 juta.
"Utangnya Rp50 juta, sudah dibayar Rp40 juta. Masih kurang itu untuk bayar utang," ujarnya.
YN mengakui nekat melakukan aksinya setelah 1,5 tahun terakhir tidak bekerja akibat pandemi Covid-19. Sebelumnya ia hanya berjualan kaca mata dan tidak laku.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Benarkah Video China Ambil Pulau Kalimantan Untuk Jamin Utang Indonesia?
-
3 Cuhat Mawar Eva de Jongh Pernah Jadi Penagih Utang, Bantu Usaha Ibunda
-
Soal Bayar Utang saat PPKM Darurat, Denny Siregar Sindir Kadrun
-
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus 415 Miliar Dolar AS
-
Bermula Saling Ejek di TikTok, Warga Bantul Dianiaya Sekelompok Pemuda di Depan Lippo Mall
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Soroti Isu Ketahanan Pangan, Ratusan Mahasiswa Lintas Kampus Ikuti Forum Rembuk Pangan di Jogja
-
Perkuat Layanan Diaspora, BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026
-
Unisa Yogyakarta Sambut Mahasiswi Biarawati Katolik, Bukti Komitmen Inklusivitas
-
AI Digunakan Sehari-hari, Sleman Dorong Kampus dan UMKM Bertransformasi Digital
-
5 Merek Laptop Paling Andal dan Awet untuk Jangka Panjang