SuaraJogja.id - Sosok ustaz Muhammad Fanni Rahman, salah seorang anggota Dewan Syuro Masjid Jogokariyan begitu mengenang di hati para pengurus dan juga anggota Masjid Jogokariyan, Yogyakarta. Sebelum kepergiannya ke pangkuan Allah SWT, banyak hal yang telah dicetuskan oleh almarhum.
Hal itu diceritakan oleh Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Ustaz Jazir ASP, yang sangat dekat dengan almarhum. Sebagai seorang guru, Jazir mengisahkan bahwa sejak belia Ustaz Fanni cukup bersemangat untuk pengembangan Masjid Jogokariyan.
"Dia sempat menjadi murid saya, waktu itu saat masih 1 atau 2 SMA kalau tidak salah. Saat itu saya tunjuk dia menjadi ketua Pengajian Anak-anak Jogokariyan. Nah pada tahun 1996 dia mengusulkan mengganti namanya menjadi Hamas yakni Himpunan Anak-anak Masjid. Dari situ terlihat ada semangat," ujar Jazir dihubungi SuaraJogja.id, Senin (2/8/2021).
Nama Hamas dia adopsi dari Palestina karena kecintaannya. Dia juga mengembangkan peran dan aktivitas ke berbagai komunitas seperti Sahabat Al Aqsa, Forum Ukhuwah Islamiyyah dan menginisiasi persatuan ummat melalui Muslim United.
"Dia menghadirkan tokoh-tokoh muslim nasional dan internasional berdakwah di Masjid Jogokariyan. Dari situlah beliau dikenal luas dan mendapat amanah juga menjadi ketua Sahabat Al Aqsa. Kami merasa kehilangan penerus yang digadang sebagai pengganti kami yang memiliki peran sangat luas," ujarnya.
Semasa hidupnya, Ustaz Muhammad Fanni Rahman sempat menjadi Ketua Takmir Masjid Jogokariyan. Namun setelah beliau lulus dari perkuliahan dan mengembangkan usaha percetakannya, almarhum fokus membangun sebuah pesantren di wilayah Magelang bernama Pesantren Merapi Merbabu.
"Karena tidak ingin menjadi ketua lagi, akhirnya saya jadikan dia anggota Dewan Syuro Masjid Jogokariyan. Dimana mendampingi takmir masjid untuk mengembangkan model masjid sebagai solusi bagi masyarakat," ujar dia.
Memiliki pesantren di wilayah Magelang, Ustaz Muhammad Fanni Rahman juga memberdayakan warga sekitar. Termasuk mendorong para petani tetap untung ketika panen raya.
"Dia membeli sayur yang dijual oleh para petani itu. Selanjutnya dia bagikan kepada masyarakat di sekitar masjid Jogokariyan. Dia tak melupakan warga yang selama ini berada di sekitar masjid," kenang Jazir.
Baca Juga: Ustaz Fanni Rahman Wafat, 3 Hal Ini yang Buat Sosoknya Membekas di Hati Ustaz Abdul Somad
Kenangan yang sangat diingat oleh Jazir adalah kerelaan almarhum membantu para ustaz lain yang terdampak Covid-19. Di tengah situasi yang memaksa kegiatan keagamaan seperti ceramah dan khotbah dibatasi, ustaz Fanni membantu mereka dengan meminjamkan uang.
"Banyak ustaz lain yang menghubungi saya. Mereka meminjam uang untuk kebutuhan hidup dan dijawab oleh almarhum untuk dibantu. Memang situasi yang cukup berdampak bagi setiap orang ini sulit jika berbicara soal ekonomi, tapi beliau masih bisa membantu," ujarnya.
Membangun pesantren dan menyebar dakwah Islam hingga ke Magelang, Jawa Tengah menjadi penyemangatnya sehari-hari. Bahkan kondisi itu jarang almarhum perhatikan hingga jatuh sakit.
Ustaz Fanni menjalani isolasi untuk pemulihan kondisi fisiknya. Namun nyawanya tak tertolong dan pada Senin (2/8/2021) pukul 02.20 wib dinyatakan meninggal dunia.
"Memang saat itu kondisi Magelang juga banyak kasus Covid-19. Sebelumnya beliau bersama almarhum Mas Dani terpapar (Covid-19). Sudah kami bantu saat dia isolasi mandiri, tetapi keluarga perlu membawa ke rumah sakit. Hampir 20 hari beliau pemulihan di rumah sakit tapi Allah menghendaki beliau menyelesaikan tugasnya," kata Jazir.
Meninggalkan seorang istri dan empat orang anak, Ustaz Muhammad Fanni Rahman menjadi semangat bagi keluarganya. Terlebih lagi pesantren yang telah didirikannya akan terus dikembangkan untuk syiar islam, sehingga menjadi amal dan juga penerus bagi anak-anaknya mengembangkan Pesantren Merapi Merbabu ke depan.
Berita Terkait
-
Ustaz Fanni Rahman Wafat, 3 Hal Ini yang Buat Sosoknya Membekas di Hati Ustaz Abdul Somad
-
Tokoh Masjid Jogokariyan Ustaz Fanni Rahman Wafat, Ustaz Yusuf Mansur: Surga Surga Surga
-
Terketuk Bantu Palestina, Ibu di Sleman Donasikan Mobil Pribadinya
-
FOTO: Salat Id di Masjid Jogokariyan Terapkan Protokol Kesehatan Ketat
-
Top 5 SuaraJogja: Deklarasi Partai Ummat, Identitas Pemberi Sate Beracun
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
BEM UGM Berubah Jadi SEMA, Pemilu Mahasiswa Dihapus dan Diganti Meritokrasi
-
BEM UGM Resmi Berubah Nama Jadi Serikat Mahasiswa
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana