SuaraJogja.id - Beberapa hari terakhir, masyarakat dihebohkan dengan dua Harimau di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.
Harimau Sumatra bernama Hari dan Tino itu harus menjalani isolasi mandiri di tempatnya setelah sempat sesak nafas, bersin, keluar lendir dari hidung, dan nafsu makan menurun.
Mengantisipasi kejadian serupa, manajemen Jogja Exotarium, atau yang dikenal sebagai kebun binatang mini di Kabupaten Sleman, mempunyai cara tersendiri.
Berdasarkan kasus harimau yang terpapar Covid-19 tersebut, Owner Jogja Exotarium Akbar Taruna mengatakan dimungkinkan virus corona memang dapat menular kepada hewan-hewan yang bertaring. Selain itu, ada pula hewan jenis primata yang dinilai beresiko dapat tertular Covid-19.
"Itu kan yang kemungkinkan terpapar kalau di Jakarta kemarin macan (Harimau Sumatra) ya berarti kalau macan adalah hewan-hewan yang bertaring itu jenis yang memang harus diantisipasi sama kemudian jenis primata," kata Akbar kepada awak media, Rabu (4/8/2021).
Pria yang juga merupakan Dokter Hewan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut memastikan bahwa hingga saat ini pihaknya tidak memiliki satwa jenis primata. Namun di kebun binatang mini tersebut terdapat Musang sebagai salah satu hewan yang bertaring.
"Primata kami memang tidak punya tapi kami yang satwa bertaring ini ada Musang," ujarnya.
Sebagai antisipasi, lanjut Akbar, jika sebelumnya Jogja Exotarium masih memperbolehkan pengunjung yang datang untuk berinteraksi secara langsung dengan Musang. Pada saat sudah diberbolehkan buka nanti, interaksi langsung antara musang dan pengunjung akan ditiadakan sementara.
"Tidak boleh interaksi dengan pengunjung, tidak boleh dipegang, kalau dulu kan boleh dipegang. Nanti sambil lihat perkembangan akan kita kurangi interaksinya khusus yang Musang ini karena dia juga bertaring kalau primata tidak punya," ungkapnya.
Baca Juga: Sempat Ada Asa Saat New Normal, Jogja Exotarium Harus Jual Aset untuk Makan Ratusan Satwa
Akbar memastikan, dari keseluruhan satwa yang ada di Jogja Exotarium, hanya musang yang berpotensi dapat terpapar virus Covid-19.
Sebagai perlindungan khusus, kata Akbar, dari pihak kedokteran hewan yang ada di kebun binatang mini tersebut akan secara rutin melakukan pengecekan kesehatan. Selain itu dari segi nutrisi juga bakal terus disokong dengan makanan yang memadai.
"Nutrisi akan kami tingkatkan. Ini kemarin ada yang mau donasi daging, nanti daging ini arahnya ke Musang itu. Kan musang makan daging dan buah. Selama ini untuk ngirit dikasih buah tapi untuk perlindungan tadi lalu dikombinasikan dengan daging," tuturnya.
Dari sisi vitamin sendiri, Akbar menjelaskan selalu diberikan secara rutin kepada setiap satwa-satwanya. Ditambah dengan pengecekan secara berkala dari tiga dokter hewan yang ada, mulai dokter hewan khusus kuda, reptil dan dokter hewan yang umum.
"Kalai Musang sendiri ada sekitar 20an ekor. Dan itu beranak terus. Paling tinggi reproduksi itu Kelinci lalu Musang," sebutnya.
Sebelumnya diberitakan Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang kuat terkait kemungkinan hewan positif Covid-19 menularkan ke manusia.
Berita Terkait
-
Sempat Ada Asa Saat New Normal, Jogja Exotarium Harus Jual Aset untuk Makan Ratusan Satwa
-
Protes PPKM Diperpanjang, Jogja Exotarium Lepaskan Sejumlah Satwa untuk Cari Makan Sendiri
-
Harimau Ragunan Positif Covid-19, Satgas Tegaskan Tidak Menular ke Manusia
-
Dua Harimau Sumatera Positif COVID-19, Peneliti Sebut Belum Ada Penularan Virus ke Manusia
-
6 Harimau Sumatera di Kebun Binatang Ragunan Jalani Tes Swab PCR Hari Ini
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Satgas PPKPT Pastikan Kampus Jadi Ruang Aman dari Kekerasan dan Perundungan
-
Minta Rp15 Juta Tak Kunjung Diberi, Anak di Bantul Bakar Rumah Orang Tuanya
-
Ahli Hukum: Status Tersangka Raudi Akmal Berpotensi Gugur karena Cacat Prosedur
-
Tarif Naturalisasi Rp75 Juta, Pakar Minta Pemerintah Tak Jadikan Kewarganegaraan Hak Orang Berduit
-
Sekolah Masih Kekurangan Guru, PGRI Tolak Anggaran Pendidikan Dipangkas demi MBG