SuaraJogja.id - Menduduki puncak kuliner Jogja menurut tingkat popularitas, gudeg tak melulu jadi satu-satunya buruan pendatang. Entah sudah banyak yang tahu atau belum, ada satu lagi makanan berat yang perlu dijajal saat berkunjung ke Jogja: mie lethek.
Bukan kuliner Jogja biasa, mie lethek punya penampilan yang jauh dari kesan menggiurkan. Namanya saja sudah merepresentasikan kesan yang bakal ditangkap dari menu ini.
Lethek, dalam bahasa Jawa, jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, berarti kotor, lusuh, kumal, kusam, dekil, dan segala sinonimnya. Pokoknya enggak banget penampakan mie lethek ini.
Memang dari luar mie lethek tak bisa dibandingkan dengan sajian resto mewah. Warna minya saja cokelat kusam, sudah begitu dicampur aduk berantakan dengan segala isian lainnya. Tomat ceri dibelah empat sebagai garnish pun sudah paling mentok untuk mempercantik mie lethek.
Tapi ingat kata pepatah "don't judge a book by its cover" alias jangan menilai isi buku dari sampulnya, cocok untuk mie lethek--apa yang dilihat mata belum tentu sesuai dengan yang dirasakan lidah.
Olahan mi khas Bantul ini memiliki cita rasa yang cukup nagih, apalagi yang doyan banget makanan khas orang Jawa, khususnya Jogja.
Cukup bayangkan dulu, mi dimasak dengan bumbu sederhana bawang putih, garam, kemiri, dan merica, lalu dilengkapi suwiran ayam kampung, telur bebek, juga sayuran; sawi atau kubis biasanya jadi pilihan paling umum.
Favorit Obama
Belum tergiur? Oke kalau begitu, sepertinya ulasan soal mie lethek bakal lebih mengundang banyak peminat jika ditulis Eks Presiden AS Barack Obama.
Baca Juga: Membedah Sejarah dan Mitos Plengkung Gading, Situs Sakral yang Kini Diberi Pagar
Ya, sesuai tebakan yang membaca artikel ini, Obama memang penggemar berat mie lethek. Jangan salah, walaupun dari kalangan elite, Obama punya ruang istimewa untuk selera masakan "ndeso".
Terbukti, ketika berkunjung ke Indonesia pada 2017 silam, Obama ketagihan melahap mie lethek di Restoran Bumi Langit, Jalan Imogiri-Mangunan, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul.
Iskandar Waworuntu, pemilik resto Bumi Langit, mengatakan bahwa presiden ke-44 AS itu paling lahap menyantap mie lethek, bahkan sampai berulang kali mengambilnya.
Bukan cuma Obama, kata Iskandar, anggota rombongan lainnya pun--Michelle istri Obama dan Maya saudara tiri Obama--juga seakan kecanduan mie lethek seketika mencicipinya.
Kala itu, di rumah makan bergaya arsitektur khas Jawa dengan bentuk rumah joglo atau pendopo tersebut, Obama dan rombongan sampai menghabiskan Rp4 juta untuk makan siang, padahal rentang harga menu di sana terbilang murah, yakni mulai dari Rp20-50 ribu per porsi saat itu.
Selain mie lethek, menu yang disediakan Iskandar antara lain nasi goreng kecombrang, sup ikan gurami, sayur lodeh rebung, sambal terong balado, hingga urap bali, ditemani minuman fermentasi serai dan daun min serta murbei.
Berita Terkait
-
Terlanjur Sebar Undangan, Barack Obama Tak Bisa Batalkan Pesta Ulang Tahun
-
Barack Obama Dihujat Saat Pesta Ultah ke-60, Ini Penyebabnya
-
Rayakan Ulang Tahun ke-60, Barack Obama Dihujat karena Undang 500 Tamu
-
Wafel Toby Jogja, Harga Kaki Lima Rasa Bintang Lima
-
Lussid Coffee, Tempat yang Cocok untuk Jiwa-jiwa Produktif
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup
-
Tim Hukum Peduli Anak Pemkot Jogja Bidik Pidana Korporasi hingga Pembubaran Yayasan Little Aresha
-
Bedah Buku 'Muslim Ahmadiyah dan Indonesia' di UKDW Yogyakarta: Bukti Resiliensi dan Cinta Tanah Air
-
Penjualan Hewan Kurban di Sleman Lesu, Pedagang Keluhkan Penurunan Omzet