SuaraJogja.id - Rumah Sakit Panembahan Senopati (RSPS) Bantul sampai saat ini belum bisa mengalokasikan minimal 50 persen dari kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19. Hal itu sesuai dengan instruksi Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Direktur RSPS Bantul, I Wayan Marthana Widiana Kedel mengatakan, jumlah tempat tidur yang dimiliki kurang lebih 290. Kendati demikian, ada sekitar 112 tempat tidur yang sementara ini tidak dipakai.
"Sekarang total tempat tidur yang ada tinggal 178 karena sebagian ruangan ada yang kami tutup," ujar dia, Minggu (8/8/2021).
Dijelaskannya, penutupan itu dilakukan karena tenaga kesehatan (Nakes) ditugaskan untuk menangani pasien Covid-19. Namun, dari 178 tempat tidur yang ada belum 50 persennya dipakai untuk merawat pasien Covid-19.
"Ada 75 tempat tidur yang baru kami fungsikan untuk merawat pasien corona," paparnya.
Penyebab belum terealisasinya hal tersebut lantaran terkendala jumlah nakes. Terlebih, lanjut Wayan, sejak 1 Juli 2021 jumlah nakes yang terinfeksi Covid-19 ada 127 orang.
"Sebanyak 89 diantaranya adalah perawat. Oleh karena itu, kami belum bisa memenuhi instruksi dari Kemenkes," terangnya.
Sehingga pihaknya butuh kurang lebih 60 sampai 70 nakes agar dapat mengalokasikan 50 persen tempat tidur bagi pasien Covid-19.
"Kalau kami didukung SDM yang cukup tentu bisa mengejar target yang dibebankan oleh Kemenkes," ungkapnya.
Baca Juga: Update Vaksinasi Dosis Ketiga untuk Nakes di Bantul, Ditargetkan Pekan Depan
Diakuinya, untuk sekarang pihaknya belum bisa menambah kapasitas itu. Nakes pun juga tidak mungkin bekerja selama 24 jam.
"Kami tidak bisa memaksa nakes untuk bekerja selama 24 jam. Padahal idealnya satu pasien Covid-19 diampu empat orang dengan tiga sif," kata dia.
Wayan menyebut sampai saat ini jumlah pasien Covid-19 yang ditangani mencapai 65 orang. Bahkan ruang ICU yang berkapasitas 8-10 tempat tidur selalu terisi.
"IGD saat ini masih penuh dan bisa dilihat sendiri IGD juga belum kami buka," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Pameran ARCHIVEPELAGO: 45 Tahun Garin Nugroho Menyemai Indonesia
-
Segera Diadili Pengadilan, 13 Tersangka Kasus Little Aresha Dipindah ke Lapas Perempuan Gunungkidul