Dari satu orang yang bertugas sebagai builder atau membangun Fakultas Filsafat di dunia Roblox itu, terciptalah peta kasar yang lantas dirapikan serta diperindah lagi.
Gim itu sendiri ber-genre RPG (role-playing game). Ketika server akhirnya bisa terbentuk maka maba yang masuk ke server Fakultas Filsafat UGM di Roblox dapat berkeliling kampus.
"Jadi di dalam server itu kita bisa jalan-jalan, naik motor, bisa naik mobil. Pokoknya keliling-keliling Fakultas Filsafat ya. Cuma bedanya yang kita fokusin untuk Fakultas Filsafat itu cuma gedung dimana maba-maba itu nanti berkuliah yaitu di Gedung A dan B," ujarnya.
Dengan begitu, lanjut Fasha, peta yang dibuat di server itu hanya meliputi area Gedung Letter U milik Fakultas Filsafat UGM. Dengan beberapa peta tambahan untuk menarik lebih banyak pengunjung di luar peta kampus itu.
"Lebih mirip Minecraft, cuma gim ini lebih jadul dibanding Minecraft setahu saya. Jadi agak jarang juga yang tahu," sebutnya.
Tidak kurang nantinya pengunjung juga dapat mengajak teman-temannya untuk bermain bersama. Di dalam gim, para pemain dapat berinteraksi melalui chatbox yang telah disediakan.
Fasha mengungkap bahwa ide untuk membuat gim tersebut sudah muncul sejak lama sebelum PPSMB dimulai. Namun penggarapan sendiri baru dimulai sejak awal Juli lalu.
Dalam penggarapan gim ini sendiri hanya ada dua orang yang terlibat di dalamnya.
"Kita lempar awal di bulan Juli. Idenya itu udah dari lama, kita searching segala macam. Cuma penggarapan itu dimulai dari awal bulan Juli banget abis itu baru bisa diakses Agustus awal. Jadi ya beneran full sebulan untuk ngebangun, ngerapihin dan sebagainya, kurang lebih makan waktu satu bulan untuk penggarapan," ungkapnya.
Baca Juga: Tiga Selter UGM Jadi RS Darurat Covid-19, Terbuka bagi OTG dari Kalangan Umum
Tak Menyangka Diapresiasi Banyak Orang
Dikatakan Fasha, respons maba Fakultas Filsafat sendiri terhadap gim itu sangat baik. Mengingat masih banyak maba yang belum memiliki kesempatan secara langsung datang ke kampusnya di masa pandemi sekarang ini.
Namun Fasha tidak menyangka bahwa respons dari pihak luar Fakultas Filsafat sendiri ternyata lebih besar. Sebab niat awal panitia memang hanya untuk maba saja.
"Awalnya sih, mereka (maba) banyak yang seneng, 'oh kita bisa ngeliat fakultas, segala macem' cuma kita enggak tahu dari pihak panitia kalau misalkan responsnya itu bahkan lebih besar dari yang sekarang kita terima gitu," tuturnya.
Di samping maba-maba Fakultas Filsafat yang sangat merasa terbantu dalam mengenali dan melihat kampusnya dengan cara yang unik, apresiasi juga terus berdatangan dari sejumlah pihak baik dari Fakultas Filsafat hingga UGM sendiri.
"Kita lebih kaget lihat respons dari luar fakultas kita sendiri bahkan dari dosen yang bilang ini fakultas filsafat idenya unik dan segala macam, beberapa kali masuk web humas UGM, berita, kita sih lebih kaget ke yang di luar itu," paparnya.
Berita Terkait
-
Tiga Selter UGM Jadi RS Darurat Covid-19, Terbuka bagi OTG dari Kalangan Umum
-
Peneliti Pukat UGM Heran dengan KPK yang Balik Tuding Ombudsman RI Lakukan Maladministrasi
-
Viral ABG Asyik Joget di Lampu Merah, Ekspresi Sebelum dan Sesudah Eksekusi Disorot
-
Viral Raja Inggris Kuliah di Universitas Siliwangi, Diperkenalkan Rektor di Sidang Terbuka
-
Top 5 SuaraJogja: Kiai Wafat Usai Baca Dua Kalimat Syahadat, Mobil Sultan Jogja Disoroti
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
ASN Jogja Jangan Coba-coba Keluyuran Saat WFH, Absen Kini Dipelototi Pakai GPS!
-
Awas! Balita Paling Rentan, Dinkes Kota Jogja Catat 110 Kasus Pneumonia Awal 2026
-
Jangan Lewatkan! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Segera Dibagikan ke Pemegang Saham
-
Hujan Deras dan Jalan Licin, Mahasiswa di Sleman Alami Kecelakaan Tunggal hingga Masuk Jurang
-
Segini Biaya Kuliah Teknik UGM 2026, Bisa Tembus Rp30 Juta Lebih! Ini 7 Faktanya