- Dinkes Kota Yogyakarta mencatat 110 kasus pneumonia selama Januari hingga Maret 2026 yang mayoritas menyerang kelompok usia balita.
- Penyakit pneumonia disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, jamur, serta faktor risiko lingkungan seperti polusi udara dan malnutrisi anak.
- Dinkes mengimbau orang tua memberikan imunisasi PCV dan menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah penularan penyakit pneumonia tersebut.
SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta mencatat 110 kasus pneumonia pada Januari-Maret 2026. Kasus pneumonia itu paling banyak diderita oleh para balita.
Kepala Seksi Pencegahan, Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu memaparkan bahwa pada tahun 2025, berdasarkan laporan dari puskesmas selama satu tahun, jumlah penderita pneumonia cukup tinggi.
Tercatat sebanyak 434 kasus pada balita, 135 kasus pada anak, 122 kasus pada remaja dan dewasa, serta 184 kasus pada lansia.
Menurutnya, tren kasus pneumonia pada anak memang mengalami kenaikan, namun tidak signifikan. Meski begitu, kasus tersebut selalu ada setiap tahunnya sehingga tetap perlu diwaspadai.
"Pneumonia pada anak biasanya ditandai dengan batuk, demam, dan sesak napas. Bahkan, napas anak bisa menjadi sangat cepat atau berbunyi," kata Endang, Rabu (14/4/2026).
Lebih lanjut, Endang menjelaskan bahwa pneumonia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi virus, bakteri, jamur. Selain itu, faktor risiko lainnya seperti kepadatan penduduk turut berpengaruh.
Ditambah lagi faktor ASI tidak eksklusif, malnutrisi serta paparan asap rokok dan asap kendaraan bermotor. Dalam kondisi tertentu, penyakit ini bahkan bisa berakibat fatal.
Pihaknya terus mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, untuk memberikan imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) sejak dini kepada anak.
Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak serta melindungi mereka dari berbagai penyakit berbahaya, salah satunya pneumonia.
Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem di Kota Jogja, Pohon Tumbang hingga Banjir Lokal Berpotensi Mengancam
Imunisasi PCV diberikan pada anak usia 2 bulan, 3 bulan dan diberikan kembali pada usia anak 1 tahun.
Dinkes Kota Yogyakarta pun terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat serta menyediakan layanan imunisasi untuk membuat kekebalan tubuh sehingga tidak mudah terkena pneumonia.
"Mari lengkapi imunisasi anak sesuai usia, gunakan masker sebagai perlindungan, dan terapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)," tandasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
BEM UGM Berubah Jadi SEMA, Pemilu Mahasiswa Dihapus dan Diganti Meritokrasi
-
BEM UGM Resmi Berubah Nama Jadi Serikat Mahasiswa
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana