- Pemda DIY menetapkan setiap hari Rabu sebagai jadwal WFH bagi ASN mulai 15 April 2026 mendatang.
- Kebijakan ini bertujuan menjaga produktivitas ASN agar tidak terganggu oleh libur panjang akhir pekan yang berdekatan.
- Hari Jumat dialihkan menjadi hari bebas kendaraan bermotor bagi seluruh ASN di lingkungan Pemda DIY tersebut.
SuaraJogja.id - Di saat banyak instansi memilih hari Jumat sebagai waktu *Work From Home* (WFH), Pemerintah Daerah (Pemda) DI Yogyakarta justru mengambil langkah anti-mainstream. Mulai Rabu (15/4/2026), jatah WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemda DIY resmi ditetapkan jatuh setiap hari Rabu.
Keputusan ini bukan tanpa alasan. Pemda DIY secara terang-terangan ingin mengantisipasi potensi menurunnya produktivitas jika WFH ditempatkan di hari "kejepit" yang berdekatan dengan akhir pekan. Ada kekhawatiran, WFH di hari Jumat akan dianggap sebagai awal dari libur panjang oleh para abdi negara.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menegaskan bahwa pemilihan hari Rabu adalah langkah strategis untuk menjaga ritme dan etos kerja ASN.
"Kalau WFH dilakukan pada hari Jumat, maka akan terlalu dekat dengan hari Sabtu dan Minggu," papar Made di Yogyakarta, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, kebijakan ini diambil untuk menjaga keseimbangan agar ASN tidak mendapat kesan memiliki terlalu banyak waktu libur dalam seminggu, yang bisa mengganggu fokus dan produktivitas pelayanan publik.
Dalam Surat Edaran yang telah diterbitkan, skema WFH di hari Rabu ini akan diatur dengan komposisi minimal 50 persen pegawai tetap bekerja dari kantor (Work From Office). Pengaturan teknisnya diserahkan kepada masing-masing kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Lalu, apa yang terjadi di hari Jumat? Alih-alih bekerja dari rumah, hari Jumat justru akan difokuskan sebagai hari *Car Free Day*. Pada hari tersebut, para ASN dilarang keras menggunakan kendaraan bermotor pribadi saat beraktivitas di lingkungan kerja.
"ASN diharapkan dapat membiasakan diri menggunakan transportasi yang lebih ramah lingkungan, berjalan kaki, atau menggunakan moda transportasi alternatif," tandas Made.
Kebijakan ini menjadi bagian dari paket transformasi budaya kerja yang lebih besar, yang tidak hanya menyangkut fleksibilitas, tetapi juga efisiensi dan pembentukan gaya hidup ramah lingkungan. Gerakan ini juga sejalan dengan upaya penghematan energi seperti BBM, listrik, dan air di lingkungan kantor pemerintahan.
Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem di Kota Jogja, Pohon Tumbang hingga Banjir Lokal Berpotensi Mengancam
Meski memberikan fleksibilitas, Pemda DIY memastikan kebijakan WFH ini tidak berlaku bagi unit-unit layanan vital. Sektor seperti rumah sakit, sekolah, layanan kedaruratan, keamanan, dan administrasi kependudukan tetap diwajibkan bekerja 100 persen dari kantor untuk menjamin pelayanan publik tidak terganggu.
"Transformasi budaya kerja ini bukan hanya soal WFH, tetapi bagaimana birokrasi bisa bekerja lebih efektif, efisien, dan tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Tak Sekadar Pamer Produk, ADVAN Ajak Pengunjung Karnaval Gadget Jogja Coba Langsung
-
RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Akademisi: Kewenangan Besar Tanpa Pengawasan Bisa Jadi Bumerang
-
Tragedi Drag Race Jadi Alarm, IMI Sebut Tak Semua Daerah Punya Venue Layak
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Janji 19 Juta Lapangan Kerja Prabowo Ditagih, Pemerintah Diminta Berhenti Berkilah