- Pemerintah Daerah DIY menerapkan sistem e-presensi berbasis geotagging bagi ASN mulai Rabu, 15 April 2026, di Yogyakarta.
- Teknologi ini melacak koordinat lokasi ASN untuk mencegah kecurangan, titip absen, dan ketidakdisiplinan selama masa kerja WFH.
- Penerapan sistem ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan pegawai serta mendukung efisiensi anggaran operasional kantor pemerintah daerah setempat.
SuaraJogja.id - Era kerja santai saat Work From Home (WFH) tampaknya tidak akan berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemda DI Yogyakarta.
Pada hari pertama penerapan WFH ASN Jogja, Rabu (15/4/2026), pemerintah daerah langsung memasang 'mata-mata' digital untuk memastikan para pegawainya tidak keluyuran atau sekadar titip absen.
Sistem pengawasan super ketat ini bernama e-presensi berbasis geotagging. Teknologi ini memungkinkan pemerintah untuk melacak titik koordinat pasti di mana seorang ASN melakukan absensi, baik saat mulai maupun selesai bekerja.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menegaskan bahwa sistem ini sengaja dipasang untuk 'mengunci' pergerakan pegawai dan menutup celah untuk berbuat curang.
"Dengan sistem itu kita bisa tahu lokusnya. Misalnya saya di Setda, maka titik koordinatnya di Setda. Kalau saya berada di luar lokasi itu, maka tidak bisa melakukan absensi," ujar Made di Yogyakarta.
Artinya, seorang ASN yang seharusnya bekerja dari rumah tidak akan bisa melakukan absensi jika sistem mendeteksi lokasinya berada di mal, pasar, atau tempat lain yang tidak semestinya. Praktik 'titip absen' ke rekan kerja pun menjadi mustahil dilakukan.
"Jadi ketika dia absen, koordinatnya tercatat. Kalau kemudian dia berada di luar titik itu, tentu tidak bisa absen. Ini untuk memastikan tidak ada celah," tandasnya.
Tak berhenti di situ, Pemda DIY bahkan sudah menyiapkan skenario pengawasan yang lebih ketat jika diperlukan. Saat ini, absensi masih diberlakukan dua kali sehari. Namun, jika tingkat disiplin dinilai kurang, frekuensinya bisa ditambah.
"Kalau nanti diperlukan, bisa saja ditambah presensi siang hari untuk memastikan posisinya tetap berada di lokasi yang sesuai," ungkap Made, memberikan sinyal bahwa pengawasan di tengah hari kerja bisa saja diberlakukan.
Baca Juga: Pemkot Yogyakarta Jajaki Uji Coba WFH Satu Hari Sepekan, Efisiensi BBM Jadi Tolok Ukur Utama
Selain untuk mendisiplinkan pegawai, kebijakan WFH di hari Rabu ini juga diharapkan membawa dampak positif lain, yakni efisiensi anggaran. Made menyebut, sejumlah OPD sudah mulai mematikan fasilitas listrik di ruangan yang kosong ditinggal WFH.
Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kendaraan dinas juga diharapkan menurun drastis. Meski begitu, pihak Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah mengaku belum bisa mengukur dampaknya.
"Datanya belum bisa menyimpulkan apapun, WFH kan baru dilaksanakan beberapa minggu, nanti nunggu sebulan atau dua bulan," ujar Area Manager Pertamina, Taufiq Kurniawan, secara terpisah.
Meski menerapkan pola kerja baru yang fleksibel, Made menegaskan bahwa kualitas pelayanan publik adalah harga mati dan tidak boleh terganggu. Pemda DIY akan terus mengevaluasi pelaksanaan WFH perdana ini untuk perbaikan kebijakan ke depan.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
ASN Jogja Jangan Coba-coba Keluyuran Saat WFH, Absen Kini Dipelototi Pakai GPS!
-
Awas! Balita Paling Rentan, Dinkes Kota Jogja Catat 110 Kasus Pneumonia Awal 2026
-
Jangan Lewatkan! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Segera Dibagikan ke Pemegang Saham
-
Hujan Deras dan Jalan Licin, Mahasiswa di Sleman Alami Kecelakaan Tunggal hingga Masuk Jurang
-
Segini Biaya Kuliah Teknik UGM 2026, Bisa Tembus Rp30 Juta Lebih! Ini 7 Faktanya