SuaraJogja.id - Wacana Pemkab Sleman membuka keran beroperasionalnya kembali pusat perbelanjaan atau mal, disambut baik oleh sejumlah pengelola mal. Mal mulai mempersiapkan beberapa hal.
Misalnya dikemukakan oleh PRublic Relations Jogja City mal (JCM) Febrianita Candra Rini. Ia mengatakan, sembari menunggu adanya izin buka, JCM mulai menata diri.
Mal tersebut sudah membersihkan area secara menyeluruh menggunakan cairan disinfektan. Selain itu, sarana dan prasarana sebagai bagian dari protokol kesehatan juga telah disiapkan.
"Kami juga menyiapkan skema masuk mal menggunakan barcode (kode batang) pedulilindungi. Nantinya akan kami terapkan saat mal sudah beroperasi," kata dia, Jumat (20/8/2021).
Senada, Public Relations Sleman City Hall (SCH) Uray Dewi menyebut, sejumlah persiapan yang telah dilakukan SCH di antaranya imunisasi Covid-19 bagi seluruh manajemen dan karyawan.
"Sudah 100 persen tervaksin. Kami juga menyusun standar operasional prosedur (SOP) masuk mal dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi," ungkapnya.
SCH, tambah dia, sudah melatih garda depan mereka salah satunya yang bertugas di front office, untuk membantu dan mengedukasi kepada seluruh karyawan gerai perihal aplikasi Peduli Lindungi.
"Front officer kami juga nantinya siap membantu para pengunjung yang akan memasuki area mal," ucapnya.
Sarana dan prasarana sebagai bagian dari protokol kesehatan akan lebih diperketat di SCH.
Baca Juga: Meningkat, Capaian Vaksinasi Covid-19 di Sleman Tembus 10 Ribu Setiap Hari
Sebelumnya, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo telah menyiapkan skenario aturan pelaksanaan uji coba pembukaan mal.
Skenario ini didasari masukan dari asosiasi pengelola pusat belanja Indonesia (APPBI) DIY.
Pihaknya telah beberapa kali melakukan pertemuan dan berkomunikasi melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman. Dalam komunikasi itu, Pemkab Sleman mendapat keluhan dan masukan.
Satu di antara skenario yang disiapkan, pengunjung yang nantinya diperbolehkan masuk menyesuaikan aturan pemerintah, yaitu di atas usia 12 tahun.
Namun di Kabupaten Sleman, pengunjung berusia di atas 60 tahun, sementara tidak dibolehkan masuk.
Kustini berharap mal dapat diizinkan beroperasi meskipun sebatas uji coba. Hal ini agar perekonomian bisa berjalan dan mengurangi resiko PHK terhadap pekerja.
Berita Terkait
-
Meningkat, Capaian Vaksinasi Covid-19 di Sleman Tembus 10 Ribu Setiap Hari
-
Bupati Sleman Siapkan Skenario Operasional Mal, Pengunjung di Atas 60 Tahun Dilarang Masuk
-
Syarat Masuk Mal Jakarta dan Cara Cek Sertifikat Vaksin 1 dan 2 di PeduliLindungi
-
Cara Cek Sertifikat Vaksin 1 dan 2 di PeduliLindungi, Syarat Masuk Mal
-
Update Covid-19 Global: Setelah Indonesia, Masuk Mal di Paris Juga Harus Divaksinasi
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat