SuaraJogja.id - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman masih terus melakukan percepatan program vaksinasi Covid-19 kepada pelajar yang ada di wilayahnya. Hingga saat ini diperkirakan sudah sekitar 50 persen siswa-siswi di Bumi Sembada yang telah divaksinasi.
"Mungkin sudah mencapai lebih dari 50 persen (capaian vaksinasi pelajar di Sleman)," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman Ery Widaryana saat dihubungi awak media, Senin (23/8/2021).
Ery mengaku belum bisa memberikan data secara rinci untuk jumlah capaian vaksinasi Covid-19 bagi pelajar di wilayahnya. Namum hingga saat ini percepatan masih akan terus dilakukan.
"Kalau data vaksinnya (secara rinci) belum tahu tapi ini kita push terus ya," imbuhnya.
Disebutkan Ery, proses pendataan secara menyeluruh juga tengah dilakukan. Dari catatan sementara memang sebaran pelajar yang telah mendapat vaksinasi Covid-19 itu tidak merata.
Hal itu disebabkan karena sudah adanya siswa yang mengikuti vaksinasi di luar sekolah terlebih dulu. Baik di tingkat desa masing-masing atau dalam kesempatan yang lain.
"Selain dari Disdik pelaksanaan vaksinasi ada yang misal dari Polres, Kodim, dan dari lembaga mana lagi, kita juga dengan Dinas kesehatan dan Kemenag juga jalan terus," jelasnya.
Sembari mengumpulkan data yang ada di lapangan, Disdik Sleman juga akan terus menyelenggarakan vaksinasi. Termasuk dalam satu pekan ini yang akan dilaksanakan secara terus-menerus.
"Kita push terus, minggu ini vaksin pelajar dari senin sampai minggu diadakan. Minggu depan juga diadakan, seterusnya. Kalau datanya berapa persen itu kami masih menunggu dari laporan sekolah yang anak-anak vaksin di luar itu masih kita minta untuk melaporkan," terangnya.
Baca Juga: Kabar Duka, Samirin Bupati Sleman Periode 1985-1990 Meninggal Dunia
Ery menyampaikan bahwa di Sleman sendiri ada sebanyak 119 SMP baik negeri atau swasta. Masih ditambah dengan MA yang kurang lebih ada sekitar 30 lebih.
Sekolah-sekolah itu akan segera menyelenggarakan vaksinasi bagi siswanya secata serentak mulai minggu ini. Terkait jumlah sasaran sendiri, kata Ery masih akan ditambah dengan siswa-siswi dari SD yang minimal sudah berusia 12 tahun.
"Kalau untuk jumlah sasaran yang SD saya kira tidak banyak, karena siswa SD yang berumur 12 tahun hanya sekitar di kelas 5-6 saja dan itu jumlahnya sedikit. Kalau yang SMP itu sekitar 48 ribu," ujarnya.
Kendati belum terbagi secara merata, Ery memastikan semua sekolah di Sleman telah memiliki siswa-siswi yang divaksin Covid-19. Baik dengan mengikuti vaksinasi dari Disdik atau dari sejumlah pihak lain.
"Intinya anak-anak sudah ada yang melalui vaksin di luar. Mungkin melalui organisasi apa atau puskesmas atau melalui yang lain. Memang ada sekolah yang belum kita jadwalkan (untuk menggelar vaksinasi) tapi setelah kita cek sudah hampir separuh yang vaksin di luar," tandasnya.
Sebelumnya Kepala BIN Daerah (Kabinda) DIY Andry Wibowo mengatakan intensifikasi vaksinasi juga terus dilakukan sesuai arahan langsung dari Presiden Jokowi dan Kepala BIN. Pihaknya saat ini tengah melaksanakan vaksinasi terhadap sasaran dan metode spesifik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Axioo Hadir di Agres Karnaval Gadget 2026 Yogyakarta dengan Aktivitas AI dan Gaming
-
Tak Sekadar Pamer Produk, ADVAN Ajak Pengunjung Karnaval Gadget Jogja Coba Langsung
-
RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Akademisi: Kewenangan Besar Tanpa Pengawasan Bisa Jadi Bumerang
-
Tragedi Drag Race Jadi Alarm, IMI Sebut Tak Semua Daerah Punya Venue Layak
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran