SuaraJogja.id - Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Korwil DIY menilai bahwa perpanjangan PPKM di DIY berpotensi membuat buruh makin terpuruk. Terlebih lagi, pekerja pariwisata yang ada di DIY juga belum mendapat kepastian untuk boleh membuka destinasi wisata.
Ketua SBSI Korwil DIY, Dani Eko Wiyono menjelaskan bahwa sejauh ini pihaknya telah mengupayakan untuk meminta PPKM tak diperpanjang lagi.
"Kami sejak awal sudah menolak PPKM untuk diperpanjang. Kepastian para pekerja memenuhi kebutuhan hidupnya ini kan tidak jelas, karena banyak yang dirumahkan (tidak di PHK)," ujar Dani dihubungi wartawan, Selasa (24/8/2021).
Ia melanjutkan bahwa adanya kelonggaran PPKM di beberapa kabupaten dan kota di DIY tak sepenuhnya bisa membalikkan keadaan jika penyekatan jalan dan pembatasan akses wisata masih dilakukan.
Menurutnya pemerintah harus kembali mengoperasikan seluruh kegiatan masyarakat yang ditutup, namun dengan menaati prokes.
"Disebut sudah membuat lega tentu belum. Kami mendesak untuk pemerintah benar-benar menyatakan Kami membuka resmi sektor pariwisata dan akan diikuti sektor lainnya segera," ujar dia.
Jauh sebelum perpanjangan PPKM ditetapkan pada 24 Agustus, SBSI sudah meminta audiensi dengan DPRD DIY. Hal itu sebagai penyambung aspirasi agar PPKM tak perlu dilakukan lagi.
Pihaknya berkirim surat pada 20 Agustus lalu untuk audiensi. Dijanjikan pada 23 Agustus akan ditemui oleh perwakilan DPRD DIY.
"Tetapi pada 23 Agustus yang sebelumnya sudah dijanjikan malah dibatalkan. Alasannya karena ada rapat dan asumsi saya ada pekerjaan lain. Artinya aspirasi rakyat itu dianggap tidak penting oleh mereka," ungkap dia.
Baca Juga: Guru Diperbolehkan ke Sekolah, DIY Mulai Simulasi Pembelajaran Tatap Muka
Dani juga meminta kejelasan waktu untuk bisa bertemu lagi. Namun dirinya tak mendapat kepastian waktu untuk menyampaikan aspirasi rakyat ini.
"Kami kan ingin datang untuk silaturahmi. Kami datang itu untuk terbuka. Kami sudah pakai cara persuasif tapi ditolak, pakai cara yang baik tapi dibatalkan, ya terus bagaimana?," ungkap dia.
Pihaknya berharap bahwa aspirasi ini menjadi perhatian pihak dewan. Ke depan pihaknya akan tetap meminta DPRD DIY menerima kedatangannya.
"Ya sekarang tinggal menunggu mereka mau menerima atau tidak. Ini adalah aspirasi rakyat, tidak hanya soal PPKM saja, banyak hal yang lain yang perlu kami sampaikan dari pikiran masyarakat," ujar dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Ketua Yayasan Little Aresha Dituntut 10 Tahun Penjara, 83 Anak Korban Minta Restitusi Rp2,12 Miliar
-
BRI Bidik Peluang Bisnis dari MotoGP Mandalika 2026
-
Pemerintah Berencana Buat Program Kuliah Gratis, PTS Terancam Gigit Jari Kehilangan Mahasiswa
-
Ngenes! Prabowo Tambah Pejabat, Transfer ke DIY Malah Susut Rp910 Miliar
-
MotoGP Mandalika 2026 Makin Ramah Lingkungan, BRI Peduli Kerahkan 500 Relawan