Scroll untuk membaca artikel
Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Sabtu, 28 Agustus 2021 | 14:27 WIB
Sejumlah pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari beberapa kampus di DIY - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

"Kami menuntut kampus biar ada kolaborasi dengan pihak terkait maksudnya biar kesehatan itu terjadi karena adanya vaksinasi secara massal," ujar Arif.

Tujuannya antusiasme mahasiswa yang juga ingin mendapat vaksin itu bisa terpenuhi dengan baik. Sehingga nantinya dapat segera mengembalikan perkuliahan secara hybrid atau bahkan sepenuhnya tatap muka.

"Antusias yang lain temen-temen juga sadar bahwa divaksin pun tidak ada salahnya. Memang ada yang menolak vaksin itu dikembalikan ke yang bersangkutan," tuturnya.

Senada, Ketua BEM STIE Widya Wiwaha, Angkik Dwi Aryani menyebut bahwa ketika vaksinasi berjalan dengan lancar bukan tidak mungkin juga akan berdampak pada ekonomi masyarakat. Mobilitas juga diharapkan bisa kembali normal setelah herd immunity atau kekebalan bersama itu terbentuk.

Baca Juga: Mayoritas Mantan Napiter Tolak Divaksin, Jebolan Bom Bali I: Banyak yang Belum Percaya

"Seperti yang diketahui Jakarta yang dulu kasus melonjak tinggi, akibat sudah vaksin itu bisa menjadi zona hijau. Itu menjadi alasan juga di Jogja antusiasme untuk vaksinasi itu besar," ucap Angkik.

Load More