SuaraJogja.id - Dinas Pariwisata DIY berencana untuk membangkitkan kembali perekonomian pada sektor industri pariwisata terkhusus hotel dan penginapan. Salah satunya dengan merancang paket wisata staycation khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo menjelaskan sasaran dalam paket wisata staycation ini adalah para ASN yang memang bekerja di lingkungan Pemda DIY, Pemkot, hingga Pemkab di masing-masing wilayah.
"Untuk program staycation, mengoptimalkan fasilitas kepariwisataan seperti hotel dan sebagainya," kata Singgih kepada awak media, Rabu (1/8/2021).
Saat ini, lanjut Singgih, paket wisata tersebut masih dalam tahap perencanan lebih jauh. Pihaknya juga sembari masih menunggu pelonggaran kebijakan PPKM Level 4 di DIY.
"Saya kira kita masih mengacu pada instruksi menteri dalam negeri dan instruksi gubernur. Kegiatan yang berada di hotel, selain untuk akomodasi belum diperbolehkan sehingga kita juga belum menganjurkan," ujarnya.
Disampaikan Singgih, dorongan untuk memanfaatkan paket tersebut juga baru akan digencarkan ketika memang nanti kelonggaran kebijakan telah didapat.
Ia menilai para ASN dan PNS yang menjadi sasaran program atau paket wisata berupa staycation itu berpotensi.
"Nantinya akan kita jual atau tawarkan pada para ASN baik itu di provinsi maupun kabupaten. Karena potensi yang paling besar adalah di ASN jadi kami ingin dorong, kami jual dulu kepada mereka," terangnya.
Diketahui bahwa Singgih sebelumnya juga pernah membuat promosi serupa. Namun kala itu lebih bersifat imbauan kepada semua ASN atau PNS di lingkungan Dispar dan Pemda DIY untuk staycation di hotel saat masa liburan.
Baca Juga: DIY Akan Pasang PeduliLindungi di Semua Destinasi Wisata, Pengelola Didorong Segera Daftar
Sebelumnya diberitakan, kebijakan PPKM Level 4 yang terus diperpanjang hingga saat ini semakin berdampak pada sektor pariwisata.
Berdasarkan catatan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, hingga saat ini sudah ada 72 hotel dan restoran yang menyatakan tutup permanen.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono menyebut jumlah itu bertambah dari sejak awal pandemi Covid-19 lalu. Penambahan itu terjadi semenjak PPKM Darurat dan Level 4 ini diterapkan.
"Dulu 100 hotel dan restoran yang tutup sementara dari awal. Lalu sekarang PPKM level itu menjadi yang tutup permanen. Kalau yang secara lisan kepada saya selaku ketua PHRI DIY, ada 72 hotel dan restoran yang menyatakan tutup permanen. Ya Ini dampaknya, luar biasa," ujar Deddy saat dihubungi awak media, Kamis (26/8/2021).
Deddy juga mengungkapkan saat ini secara okupansi hotel pun juga belum terlalu berdampak. Walaupun memang sudah ada angin segar yang datang dari kebijakan pemerintah tentang pembukaan mal.
"Ya masih 0-10 persen okupansi sekarang ini. Belum beranjak, beranjak ya satu persen lah kira-kira. Tapi ini ada harapan gini loh. Weekend lumayan, terutama yang bintang ya. Ya 20 persen itu hari sabtu," tuturnya.
Berita Terkait
-
DIY Akan Pasang PeduliLindungi di Semua Destinasi Wisata, Pengelola Didorong Segera Daftar
-
Realisasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional Capai Rp340 Triliun
-
Pemulihan Ekonomi Nasional Bisa Dimulai dari Level Desa, Begini Penjelasan Menteri PDTT
-
Dorong Kebangkitan Ekonomi lewat Perdagangan Internasional, BRI Gelar Hedging School 2021
-
Pembangunan Infrastruktur Pemulihan Ekonomi Negara Telan Anggaran Rp100,59 Triliun
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Estimasi Kuliah Kedokteran UGM 2026 Tembus Ratusan Juta, Setara Harga Mobil SUV?
-
Standar Global untuk BRImo, BRI Raih Sertifikasi ISO/IEC 25000
-
Babak Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman: Jejak Digital Seret Tersangka Baru
-
Ancaman BBM Naik Akibat Perang, Kurir Paket dan Ojol di Yogyakarta Kian Terhimpit
-
UGM-Bank Mandiri Taspen Lanjutkan Kemitraan, Siapkan Talenta Muda dan Literasi Pensiun