Scroll untuk membaca artikel
Eleonora PEW | Muhammad Ilham Baktora
Jum'at, 03 September 2021 | 16:54 WIB
Menko Bidang PMK Muhadjir Effendy memberi keterangan pada wartawan usai meninjau screening TBC di Kampung Karanganyar, Brontokusuman, Mergangsan, Kota Jogja, Jumat (3/9/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Tak sampai 10 detik, hasil rontgen bisa keluar dan bisa diketahui apakah kondisi paru mengarah ke TBC atau tidak.

"Ketika saya diperiksa di dalam mobil ternyata monitor di luar dokter sudah bisa tahu kondisi (paru-paru) saya, sehingga ketika turun dari mobil sudah diberi tahu kondisi paru-paru saya. Ini suatu hal yang sangat praktis dan saya kira biaya lebih murah dibanding rontgen yang konvensional," kata dia.

Terpisah, Direktur Zero TB Jogja dr Rini Triarsih mengatakan, screening yang dilakukan oleh mobile health itu kata Rini untuk mencari tahu dugaan warga terindikasi TBC atau tidak.

Teknologi yang disematkan juga sudah berbasis Artificial Intellegent (AI).

Baca Juga: Kisah Penyintas TBC, Putuskan Keluar dari ASN Kini Jadi Produsen Wayang Karton

"Jadi ini hanya untuk mencari tahu apakah memang ada arah warga ini mengalami TBC dilihat dari bentuk rontgen (paru-parunya). Jadi ini juga untuk meminimalisasi ketidaksetujuan antara dokter terhadap pembacaan Rontgen, karena interpretasi tiap dokter itu untuk membaca Rontgen sangat subjektif. Maka adanya AI ini membantu para dokter," katanya.

Load More