Ia menyatakan bakal memanfaatkan uang ganti rugi itu untuk mencukupi kebutuhan keluarganya dulu. Selain rumah pengganti, alokasi biaya pendidikan untuk anak dan investasi di masa mendatang yang paling utama saat ini.
"Kalau mindset saya dan anak-anak itu alokasi dana untuk hal penting dan krusial contohnya tadi rumah yang hilang harus punya pengganti rumah. Kemudian kan kita ngga ngerti kapan digusur. Intinya apa yang paling pokok dibutuhkan itu yang kita kejar dulu," tegasnya.
Sementara itu Jogoboyo (Kasi Pemerintahan) Kalurahan Tirtoadi Heky Prihantoro mengatakan pembebasan lahan warga untuk proyek pembangunan jalan tol jangan hanya dipandang sebagai suatu yang menguntungkan saja. Tetapi ada sisi lain yang juga dirasakan warga.
"Warga ini juga sudah susah. Jangan hanya memandang warga terima uang miliaran," kata Heky.
Menurutnya jika diberi pilihan warga juga bakal memilih untuk tidak terdampak tol. Sehingga mereka tidak perlu pindah dari tanah dan rumah yang mereka tempati lebih dari puluhan tahun.
"Kalau warga itu bisa menghindari atau mengelak pasti mereka tidak mau pindah. Jangan hanya memandang warga terima uang miliaran bisa untuk beli ini beli itu. Jangan seperti itu. Justru ke psikisnya warga. Berat, pindah rumah itu berat apalagi di situ sudah tinggal hampir 50 tahun," tandasnya.
Berita Terkait
-
Top 5 SuaraJogja: Karyawan Alfamart dan Indomaret Kompak, Miliarder Dadakan Beli Vila
-
Muncul Banyak Miliarder Baru di Sleman, Sri Sultan Beri Pesan Ini
-
Tak Beli Mobil Pascaganti Rugi Lahan, Ning Pilih Vila dan Laut Buatan untuk Investasi
-
Jadi Miliarder, Warga Terdampak Tol di Tirtoadi Justru Jual Dua Mobil untuk Bangun Rumah
-
Pembebasan Lahan Proyek Pembangunan Jalan Tol di Tirtoadi Sudah Capai 98 Persen
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Persulit Usulan Gelar Pahlawan HB II, Trah Sultan Gugat UU Gelar dan Tanda Jasa ke MK
-
Kenaikan Harga Pertamax Picu Efek Domino, Akademisi Desak Pemerintah Evaluasi Subsidi BBM
-
Baru 58 SPPG di Sleman Kantongi SLHS, 35 Dapur MBG Berhenti Sementara
-
Digeruduk Masa Akibat Pelayanan Lambat, Pemkab dan BPN Sleman Sepakati Evaluasi Besar
-
Penyelenggara Event di Jogja Ketar-ketir,Imbas Rupiah Melemah dan BBM Naik