SuaraJogja.id - Sejumlah wilayah di Kabupaten Sleman terdampak proyek pembangunan jalan tol. Hal itu membuat sejumlah warga yang bertempat tinggal atau memiliki lahan di dalam proyek itu menjadi miliarder akibat tergusur tol.
Jika dalam beberapa waktu terakhir ramai banyak miliarder baru di wilayah Tirtoadi, Mlati, yang terdampak tol Jogya-Bawen. Di sisi barat Bumi Sembada tepatnya di Pedukuhan Kadirojo 2 dan Temanggal 2 Kalurahan Purwomartani, Kalasan, Sleman juga tidak luput dari proyek pembangunan jalan tol.
Diketahui bahwa dua wilayah itu terdampak proyek pembangunan jalan tol Jogya-Solo. Sama seperti di Tirtoadi, Mlati, warga di dua pedukuhan itu juga sudah menerima kompensasi atau pembayaran ganti rugi atas lahan mereka.
"Kalau di Purwomartani baru Pedukuhan Kadirojo 2 dan Temanggal 2 yang cair (mendapat ganti rugi). Ya sekitar kurang lebih 200-an bidang lebih. Paling banyak Temanggal 2," kata Lurah Purwomartani, Semiono saat dihubungi awak media, Kamis (9/9/2021).
Tidak dipungkiri Semiono bahwa warga di dua pedukuhan itu banyak yang kemudian menyandang status miliarder setelah ganti rugi diberikan. Meski memang masing-masing orang mendapat nilai yang berbeda tergantung dengan luasan bidang yang terdampak.
Ia menyebutkan, ada warga yang menerima hingga Rp12 miliar, tetapi ada pula yang hanya mendapat belasan juta. Sebab perbedaan bidang atau lahan yang terdampak tadi.
"Ya relatif sih, tergantung luasan lahannya. Itu paling banyak untuk Kadirojo 2 dapat Rp11 miliar. Temanggal 2 itu ya sekitar Rp12 miliar perorang ya. Ada yang cuma dapat Rp200-300 juta pun ada. Ada yang cuma keserempet pagarnya pun hanya dapat Rp15 juta juga ada," terangnya.
Semiono menuturkan bahwa proyek pembangunan jalan tol di wilayah tersebut mayoritas memakan lahan persawahan milik warga. Walaupun tetap ada beberapa rumah warga yang juga akan ludes tertabrak jalan tol.
"Mayoritas memang lahan pertanian. Baik di Temanggal 2 atau Kadirojo 2, sebagian besar pertanian. Untuk rumah ada yang habis juga, di Kadirojo 2 itu ada 7 rumah yang habis. Kalau di Temanggal 2 itu kurang lebih sama, 7 sampai 10 rumah," ungkapnya.
Baca Juga: Penyelesaian Ganti Rugi Lahan Tol Balsam Seksi 5, Cuma Lewat Gugatan dan Kesepakatan, Kok?
Mendapat rezeki yang tidak sedikit dari hasil ganti rugi, kata Semiono, tidak membuat warganya lalu konsumtif. Ia menyampaikan bahwa warga lebih memilih untuk mengembalikan uang yang diterimanya itu ke tanah ketimbang kebutuhan lain semisal kendaraan.
"Rata-rata memang (uangnya) kembali ke sawah untuk bikin rumah, ya mungkin ada satu dua yang beli motor tapi kalau beli mobil hampir tidak ada," ujarnya.
Kendati tetap ada sejumlah sales kendaraan yang masuk ke wilayahnya untuk menawarkan produknya. Semiono menuturkan warga tidak begitu tertarik dan lebih memprioritaskan untuk hal lain yang lebih penting.
"Ada banyak itu (sales). Tapi ya rata-rata warga tidak (tertarik), artinya kan mereka rata-rata juga petani jadinya ditawari itu ya tidak ada yang tertarik," tuturnya.
Sebelumnya, ditambahkan Semiono dari pihak pemerintah kalurahan sendiri juga sudah mewanti-wanti warga terdampak tol agar tidak boros dalam membelanjakan uangnya.
"Rata-rata uangnya dikembalikan ke tanah kok. Kalau mobil enggak ada. Karena kami dari kalurahan juga sudah mewanti-wanti bahwa tidak terlalu boros penggunaan anggaran. Kan itu juga tanah bagian dari warisan orang tuanya juga rata-rata," tandasnya.
Berita Terkait
-
Penyelesaian Ganti Rugi Lahan Tol Balsam Seksi 5, Cuma Lewat Gugatan dan Kesepakatan, Kok?
-
Tak Semata-mata Jadi Miliarder, Ning Butuh Persiapan Mental Ikhlas Lepas Tanah untuk Tol
-
Muncul Banyak Miliarder Baru di Sleman, Sri Sultan Beri Pesan Ini
-
Tak Beli Mobil Pascaganti Rugi Lahan, Ning Pilih Vila dan Laut Buatan untuk Investasi
-
Jadi Miliarder, Warga Terdampak Tol di Tirtoadi Justru Jual Dua Mobil untuk Bangun Rumah
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
UPN Jogja Sebut Belum Ada Tawaran Resmi Kelola MBG, Pilih Fokus Ketahanan Energi
-
Revisi UU Pemilu Tertahan di Legislatif, Akademisi Sebut Sekadar Tambal Sulam
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Diduga Kelelahan dan Serangan Jantung, Satu Jamaah Haji Asal Kulon Progo Wafat di Mekkah
-
Hari Ini, BRI Bayar Dividen Para Investor