SuaraJogja.id - Indonesia mewaspadai masuknya Covid-19 varian Mu yang disebut-sebut resisten terhadap vaksin Covid-19. Namun, hingga saat ini varian tersebut belum terdeteksi di Indonesia.
Meskipun demikian, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gelombang ketiga Covid-19 apabila masyarakat tidak patuh protokol Kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharjo mengatakan, pihaknya akan memantau secara pelaku perjalanan yang baru pulang dari luar negeri. Khususnya pelaku perjalanan yang usai berkunjung ke negara yang pertama kali ditemukan varian Mu.
"Contohnya pelaku perjalanan dari negara seperti Hongkong yang memang jadi lokasi pertama ditemukannya Covid-19 varian Mu," papar Agus kepada SuaraJogja.id, Kamis (9/9/2021).
Pengawasan akan lebih ketat di bandara. Namun lantaran di Bumi Projotamansari tidak ada bandara maka screening pelaku perjalanan dari luar negeri jadi wewenang Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara YIA di Kabupaten Kulon Progo.
"Biasanya yang baru pulang ke Indonesia akan dikarantina di shelter terpusat. Pelaku perjalanan juga diwajibkan untuk menjalani tes swab PCR untuk benar-benar memastikan," ungkapnya.
Pihaknya pun akan membawa sampel yang diteliti di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) ke laboratorium milik Universitas Gadjah Mada (UGM). Itu sebagai langkah antisipasi bila ada kasus-kasus tertentu.
"Kami akan mengirim sampelnya ke UGM untuk dilakukan pengurutan genome (Whole Genome Sequencing). Tujuannya mengidentifikasi siapa tahu ada (varian Mu) dan akan ditindaklanjuti kalau memang ditemukan," kata dia.
Di sisi lain, cakupan vaksinasi di Bantul terus digenjot supaya segera terbentuk kekebalan kelompok atau herd immunity. Dengan begitu, masyarakat akan lebih siap menghadapi hal yang tidak diduga kaitannya dengan pandemi Covid-19.
Baca Juga: PPKM Level 3, Bantul Izinkan Pembelajaran Tatap Muka Secara Terbatas
"Kasus aktif Covid-19 di Bantul semakin turun. Vaksinasi juga kami genjot semaksimal mungkin. Itu yang menjadi kekuatan serta mengejar herd immunity," imbuhnya.
Seperti diketahui, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Suharso Monoarfo menyebut varian Mu di Asia dibawa oleh pendatang di Hongkong. Lalu kasus pertama ditemukan pada Januari 2021 silam.
"Sejauh ini virus Covid-19 varian Mu telah menyebar ke 39 negara," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!
-
Dinkes Sleman Catat 112 Kasus Leptospirosis hingga Oktober 2026, Dua Meninggal Dunia
-
BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas