Mangga, dalam bahasa Jawa adalah pelem, yang dimaknai sebagai pada gelem, atau sama-sama berkehendak, dan melambangkan kebersamaan.
3. Kepel
Di Keraton Jogja, terdapat dua macam pohon kepel: pohon kepel (Stelechocarpus burahol) dan pohon kecindul (Cynometra cauliflora).
Plataran Kemagangan, Plataran Srimanganti, dan Plataran Kamandungan Lor merupakan tiga lokasi di mana pohon kepel banyak ditemui.
Ciri-ciri pohon kepel antara lain memiliki batang yang lurus, daun yang rimbun, juga buah yang bulat berwarna cokelat dan menggantung pada pokok batangnya.
Dipercaya mengonsumsi buah kepel bermanfaat untuk menghilangkan bau badan hingga mengurangi bau air seni.
Daerah Istimewa Yogyakarta sendiri memilih tanaman ini sebagai flora identitas kota, dan keberadaannya telah disahkan dalam SK Menteri Dalam Negeri No 522.5/1458/SJ/1990.
Sementara itu, pohon kecindul dikenal di Keraton Yogyakarta sebagai pohon kepel watu dan ditanam di Plataran Siti Hinggil Lor.
Seperti pohon kepel, pohon kecindul juga punya bunga dan buah yang tumbuh di batang pokok.
Baca Juga: Simbol Ajaran Jawa, 4 Pohon di Keraton Jogja Ini Punya Makna Filosofis
Pohon kepel dipercaya bisa meredam amarah dan rasa benci serta sebagai penawar ilmu kesaktian.
Makna dari kepel sendiri adalah tangan yang mengepal, yang menjadi lambang tekad dan kemauan untuk bekerja. Kepel dimaknai pula sebagai kempel atau kumpul, melambangkan persatuan.
4. Sawo Kecik
Terakhir, pohon sawo kecik (Manilkara kauki) ditanam di Plataran Kedhaton dan rumah para bangsawan.
Buah sawo kecik berukuran kecil dan berwarna merah. Meskipun bentuknya berbeda, tetapi rasa sawo kecik mirip dengan buah sawo pada umumnya.
Bukan cuma buahnya yang bermanfaat untuk dikonsumsi, kayu sawo kecik pun dinilai berkualitas baik dan sangat disukai para pengukir Bali.
Berita Terkait
-
Simbol Ajaran Jawa, 4 Pohon di Keraton Jogja Ini Punya Makna Filosofis
-
Banyak Ditemui di Pinggir Jalan, Ada Makna Filosofis di Balik 3 Pohon Keraton Jogja Ini
-
8 Tempat Wisata di Jogja Terbaik 2021, Wajib Dikunjungi Pelancong Hits
-
Suasana Vaksinasi 2.000 Mahasiswa Jogja Hadirkan Nuansa Kebudayaan
-
Serunya Keluarga Keraton Jogja Kumpul Acara Ulang Tahun, Sultan Ikut Joget Bareng Cucu
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Film Empat Musim Pertiwi: Saat Realitas Penyintas Kekerasan Seksual Bertemu Fiksi Sinematik
-
Perjalanan Merawat Arum Manis Jadul, Kisah UMKM Bertahan di Tengah Harga Bahan Baku yang Melonjak
-
Jangkau 60 Ribu Desa, 1,06 Juta BRILink Agen Dorong Literasi Keuangan Masyarakat
-
Sambut HUT ke-15, Royal Ambarrukmo Yogyakarta Gelar Donor Darah: Perkuat Kepedulian Terhadap Sesama
-
Ketua Yayasan Little Aresha Dituntut 10 Tahun Penjara, 83 Anak Korban Minta Restitusi Rp2,12 Miliar