SuaraJogja.id - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta akan membuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) jenjang SD setelah mengevaluasi PTM di jenjang SMP. Hingga kini, pihaknya masih membahas kepastian untuk membuka PTM untuk pelajar 12 tahun ke bawah.
"Ya kami tunggu sepekan dulu setelah mengevaluasi yang pelajar SMP. Kami akan melihat kondisi penyebaran kasus Covid-19 bagaimana ke depan," terang Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta, Budi Santoso Asrori dihubungi wartawan, Kamis (9/9/2021).
Ia melanjutkan PTM jenjang SD bisa dibuka tanpa harus menunggu evaluasi selesai 1 pekan. Jika progres pelaksanaan di SMP berjalan baik dan kasus Covid-19 di Jogja stabil, tak menutup kemungkinan pihaknya membuka PTM untuk jenjang SD.
"Sejauh ini kan pelajar telah divaksin. Jadi kami mendorong sekolah yang siswanya sudah divaksin dapat dibuka PTM-nya," terang Budi.
Ia melanjutkan hanya jenjang SD kelas 6 saja yang dibuka jika kondisi Covid-19 berjalan stabil. Sementara kelas 1-5, Budi belum bisa memberi kepastian.
"Kalau SD kelas 6 ke bawah rata-rata kan masih dibawah 12 tahun, vaksin juga belum dapat. Berbeda dengan 12 tahun ke atas yang telah divaksin. Nah nanti kebijakan dari Pemda (DIY) seperti apa kami masih menunggu," kata dia.
Menyusul persiapan pembukaan PTM jenjang SMP, pihaknya akan meminta pernyataan masing-masing sekolah. Hal itu untuk mengetahui kesediaan pengelola sekolah menerapkan PTM selama PPKM Level 3.
"Siapa sekolah yang sudah siap nanti dilaksanakan pembelajaran tatap muka. Termasuk surat pernyataan dari orang tua siswa. Kami juga akan minta," ujar dia.
Lebih lanjut, Budi menerangkan karena PTM dibuka secara bertahap, kapasitas untuk setiap sekolah hanya dibatasi 30 persen. Artinya dalam 1 kelas siswa bisa saja masuk seluruhnya namun ruangannya dipisah.
Baca Juga: Selain Buahnya Bermanfaat, Kenali Makna Filosofis dari 4 Pohon Keraton Jogja Ini
"Kemarin beberapa sekolah sudah uji coba PTM. Jadi maksimal kapasitasnya 30 persen. Misal 1 kelas siswanya masuk semua, mereka akan ditempatkan di kelas berbeda sehingga kapasitas 30 persen disesuaikan," terang Budi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Film Dan Bandung Sapa Penonton Yogyakarta: Angkat Kisah Cinta, Persahabatan, dan Keluarga
-
Cherrypop 2026 Siap Guncang Prambanan, Puluhan Musisi Lintas Generasi Meriahkan Repelita Musik
-
42 Kasus Kebakaran Tercatat hingga Juli 2026 di Kota Jogja, Warga Diminta Tak Bakar Sampah
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
Belum Genap Tiga Tahun, Puluhan Becak Listrik Danais Rusak, Dishub Sebut Baru Proyek Percontohan