SuaraJogja.id - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta terus menyiapkan penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang akan digelar pekan depan, 13 September 2021. Nantinya kapasitas pelajar yang ke sekolah dibatasi sebanyak 30 persen.
Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta, Budi Santoso Asrori mengatakan bahwa pembukaan PTM dilakukan secara bertahap.
"Sekolah dibuka secara bertahap. Yang jelas, kalau dari sisi kapasitas melaksanakan protokol kesehatan (prokes) sudah memenuhi syarat semua," kata Budi dihubungi wartawan, Kamis (9/9/2021).
Budi menerangkan karena PTM dibuka secara bertahap, kapasitas untuk setiap sekolah hanya dibatasi 30 persen. Artinya dalam 1 kelas siswa bisa saja masuk seluruhnya namun ruangannya dipisah.
"Kemarin beberapa sekolah sudah uji coba PTM. Jadi maksimal kapasitasnya 30 persen. Misal 1 kelas siswanya masuk semua, mereka akan ditempatkan di kelas berbeda sehingga kapasitas 30 persen disesuaikan," terang Budi.
Hal itu, lanjut dia untuk mengurangi upaya penularan Covid-19. Pihaknya akan menambah kapasitas 50 persen setelah evaluasi.
Budi mengatakan, menjelang pembukaan PTM 13 September 2021 mendatang, pihaknya telah meminta pihak sekolah mulai membersihkan ruangan pembelajaran masing-masing. Selain itu tiap sekolah yang akan membuka PTM membuat surat kesiapannya menyelenggarakan belajar secara tatap muka.
"Kami juga meminta kepada orang tua siswa untuk membuat surat pernyataan bahwa anaknya boleh mengikuti pembelajaran di sekolah dengan tatap muka," ujar dia.
Sementara Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menerangkan bahwa sejak Juli 2021 lalu, Disdikpora telah melakukan survey kepada orang tua siswa. Survey itu dilakukan ketika kondisi Covid-19 di Kota Pelajar sedang tinggi-tingginya.
Baca Juga: Dua Hari Balai Kota Yogyakarta Jadi Kawasan Wajib Vaksin, Ini Evaluasinya
“Kami menanyakan kepada orang tua apakah dan siapa yang setuju untuk dilaksanakan PTM?,” ujar dia.
Sebanyak 62 persen orang tua dari survey yang dilakukan Disdikpora menjawab segera ingin digelar PTM. Kondisi itu juga yang mendorong Pemkot mempercepat syarat dan juga vaksinasi kepada pelajar.
Heroe mengatakan jenjang sekolah yang akan dibuka, antara lain SD dan juga SMP.
“Simulasi ini untuk seluruhnya, SD dan SMP. Hanya saja ini masih simulasi,” ujar dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
Terkini
-
Den Baguse Ngarso Meninggal Dunia, Dunia Seni dan Hiburan Jogja Berduka
-
Cancer Awareness Month, Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hadirkan Dukungan bagi Keluarga Pasien
-
Pasca Sebarkan Video Nirempati Korban MBG, Pegawai SPPG Dlingo Bantul Dipecat BGN
-
Sidak Dini Hari, Pemda DIY Temukan Pengelolaan MBG Tak Sesuai SOP, SPPG SMKN 2 Jogja Distop
-
Viral Pungli Foodtruck Alkid, Sultan Khawatir Parkir Ilegal, Pemkot Siapkan SanksiTegas