SuaraJogja.id - Pemkot Yogyakarta telah mengevaluasi Balai Kota sebagai kawasan wajib vaksin dan masker. Selama dua hari ini ada lebih 100 orang yang masuk ke kawasan Balai Kota dan mendapat vaksin.
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan bahwa sejak diberlakukan pada Kamis (2/9/2021), ada lebih dari 80 orang yang diberhentikan karena belum divaksin.
"Kemarin ada sekitar 80 orang hari pertama yang divaksin. Yang hari ini sudah lebih berarti (dari 80 orang)," kata Heroe ditemui wartawan usai meninjau vaksinasi pelajar dan warga di XT Square, Umbulharjo, Kota Jogja, Jumat (3/9/2021).
Ia mengatakan bahwa seluruh warga atau civitas yang berada di Balai Kota Yogyakarta harus sudah tervaksin. Namun bagi warga yang kemungkinan memiliki kendala sehingga belum bisa divaksin akan ditanyai urgensi kedatangan dia ke Balai Kota terlebih dulu.
"Tentu kami tanyakan dulu apa tujuannya. Jika untuk mengurus surat mungkin tidak harus datang ke kantor bisa diwakilkan (dengan keluarga yang sudah vaksin). Saat ini sudah bisa melakukan permintaan tanda tangan secara digital juga," kata dia.
Disinggung jika ada yang memang harus datang ke Balai Kota dan berhalangan divaksin pihaknya bisa memberi pengecualian.
"Tentu kami lihat dulu urgensinya, tidak semua kami vaksin, jika hanya mengurus KK saja bisa dilakukan secara online dan mencetak sendiri," terang dia.
Penerapan ini juga membantu upaya Pemkot Yogyakarta mempercepat vaksinasi ke tiap warga. Sehingga selain membuka sentra vaksin, warga yang datang ke Balai Kota bisa langsung mendapat vaksin
Masuk ke dalam Balai Kota juga akan diberi gelang vaksin oleh petugas Satpol PP. Bagi warga yang baru mendapat vaksin dosis 1 akan mendapat gelang berwarna kuning. Sementara warga yang sudah divaksin dua kali dosis mendapat gelang hijau.
Baca Juga: Kisah Wanita Yogyakarta Punya ART 5 Negara, Asisten dari Indonesia Bikin Syok
Kawasan wajib masker dan vaksin di Balai Kota Jogja berlaku seterusnya. Bagi warga yang masuk harus menunjukkan bukti kartu atau sertifikat vaksin. Warga juga bisa menunjukkan keterangan telah divaksin melalui aplikasi pedulilindungi.
Tag
Berita Terkait
-
Hari Anak Nasional 2021, Pemkot Yogyakarta Terima KPAI Award untuk Kali Kedua
-
Antisipasi Penularan Kasus Covid-19 pada Anak, Pemkot Yogyakarta Mulai Vaksinasi Anak-anak
-
Pemkot Yogyakarta Dukung PPKM Darurat Tapi Terima Wisatawan, Publik: Kepribadian Ganda
-
Pemkot Yogyakarta Pastikan Tidak Tutup Objek Wisata, Wawali: Hanya Pengawasan Lebih Ketat
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Muhammadiyah Tegas Minta KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi BNPB
-
Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan jadi Tanda Peradaban Kita Belum Akil Balig
-
75 Persen Responden Stres Hadapi Kebijakan Prabowo, Haedar Nashir Desak Pemerintah Berbenah
-
Film Empat Musim Pertiwi: Saat Realitas Penyintas Kekerasan Seksual Bertemu Fiksi Sinematik