Scroll untuk membaca artikel
Eleonora PEW | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 14 September 2021 | 20:35 WIB
Pedangdut Saipul Jamil saat keluar dari Lembaga Permasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (2/9/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

Ia menyebut penurunan kualitas yang tercermin di televisi swasta itu bukan hanya dari kasus glorifikasi Saipul Jamil baru-baru ini saja, tetapi ada beberapa kasus lain yang juga dianggap terlalu berlebihan.

"Pertama kasus beberapa selebriti yang menikah dan resepsi berjam-jam disiarkan secara langsung. Kedua kemarin tentang pemeran sinetron yang di bawah umur ya. Ketiga ada artis yang terlibat prostitusi online juga sama, begitu keluar langsung diwawancarai live prime time oleh tv yang mengundang SJ (Saipul Jamil) kemarin itu," terangnya.

Kasus-kasus itu membuktikan konten yang dihadirkan di masyarakat hanya demi mengejar keuntungan komersial semata. Konten berlebihan inilah yang kemudian cenderung mengabaikan aturan-aturan atau regulasi dan norma di masyarakat.

"Kasus-kasus itu menunjukkan bahwa apakah tv tidak peduli dengan kondisi masyarakat. Ya mungkin memang alasan (tv swasta) untuk cari uang, iklan dan sebagainya tapi apakah harus hingga sejauh itu. Karena juga masih banyak tayangan-tayangan yang bisa dibuat secara bagus," tegasnya.

Baca Juga: Gaya Rambut Baru Saipul Jamil Bikin Gagal Paham: Diapain Sih?

Load More