Scroll untuk membaca artikel
Eleonora PEW
Sabtu, 02 Oktober 2021 | 18:24 WIB
[ILUSTRASI] SMPN 5 Yogyakarta menggelar pembelajaran tatap muka (PTM), Senin (20/9/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

"Pelaksanaannya diatur jadwal, tidak serentak. Sebab, jika digelar langsung seperti biasanya maka dikhawatirkan justru akan menimbulkan klaster di sekolah," kata dia.

"Kuncinya yang penting di prokes. Sebetulnya asal prokes ditepati, masih aman," tegasnya.

Kepala Disdik Sleman Ery Widaryana menambahkan, pembukaan PTM di Sleman sudah melalui serangkaian panjang.

Misalnya saja dari sisi kesiapan sekolah, Disdik mengecek dan memverifikasi terlebih dahulu ketersediaan sarana dan prasarana protokol kesehatan.

Baca Juga: Bupati Sleman Minta Tambahan Vaksin Untuk Mahasiswa Luar Daerah

Selanjutnya, Disdik meminta persetujuan izin dari orangtua murid hingga vaksinasi bagi pelajar.

"Hingga kini capaian vaksin pelajar sudah mencapai 91 persen, dari total 40.133 siswa. Suntikan dosis ke-2 saat ini juga sudah mulai berjalan sembari menyelesaikan vaksinasi pelajar yang belum," ungkapnya.

Ia berharap dengan upaya dan kesiapan yang telah dilakukan, PTM di Sleman bisa berjalan dengan lancar, aman dan tidak menimbulkan klaster PTM.

Sementara itu, kala ditanyai PTM bagi siswa jenjang sekolah dasar (SD), Disdik masih memverifikasi 500 sekolah.

Ery memperkirakan PTM jenjang SD yang dilaksanakan secara bertahap akan diawali sistem percobaan, 14 Oktober 2021.

Baca Juga: Padang Gelar PTM bagi SD dan SMP Mulai Senin 4 Oktober 2021

Disdik mengambil kebijakan dengan memilih sampel lima SD, di masing-masing kapanewon, sebagai percontohan PTM. Pelaksanaan PTM di sekolah percontohan akan dievaluasi berkala.

Load More